Banner Pemprov Agustus

RAPBD Sumsel Tahun 2021 Naik Rp 681Miliar

PALEMBANG,koranindonesia.id – Ketua DPRD Sumsel, Anita Noeringhati mengatakan pembahasan perubahan KUPA dan PPAS tahun 2021 dilakukan Banggar DPRD Sumsel dengan TAPD Sumsel dari tanggal 6-8 September 2021, yang dilanjutkan dengan rapat singkronisasi Komisi komisi dengan mitra terkait.

Berdasarkan hasil.pembahasan terhadap perubahan KUPA dan PPAS tahun 2021 antara Banggar DPRD Sumsel dan TAPD Sumsel, maka RAPBD Sumsel disepakati sebesar Rp 11, 51Triliun.

Sedangkan untuk pendapatan daerah sebesar Rp 10,2 Triliun dan Belanja Daerah Rp 10.7 Triliun.

“Sementara untuk penerimaan pembiayaan sebesar Rp 626.4 Miliar, dan pengeluaran pembiayaan tidak mengalami perubahan Rp 102,4 Miliar,”kata Anita usai menghadiri rapat paripurna, Selasa (21/9).

Dalam rapat, Anita juga memberikan sejumlah catatan untuk belanja hibah, dalam.pelaksanaanya masih perlu di konsultasikan ke Mendagri, dan pencairan dana hibah harus memenuhi persyaratan sesuai UU yang berlaku.

Sedangkan Gubernur Sumsel, H Herman Deru dalam sambutannya mengatakan,berdasarkan nota kesepakatan perubahan KUPA dan PPAS yang telah ditandatangani bersama.oleh gubernur dan pimpinan DPRD Sumsel pada hari ini, maka raperda tentang perubahan APBD Sumsel tahun 2021 ditetapkan sebesar Rp 11,51 triliun lebih, mengalami kenaikan sebsar Rp 681 Miliar lebih atau 6.29 persen, jika dibandingkan sebelum perubahan APBD Sebsar Rp 10,83 triliun.

“Dalam APBDP tahun 2021 pendapatan daerah sebesar Rp10,8 T atau mengalami peningkatan sebesar Rp 595,9 M atau 5,84 persen jika dibandingkan dengan pendapatan daerah sebelum perubahan APBD tahun 2021 sebesar 10,2 T,” katanya.

Sedangkan untuk belanja daerah sebesar Rp 11,4 triliun atau mengalami peningkatan sebesar Rp 681 miliar lebih atau 6,35 persen jika dibandingkan dengan belanja daerah sebelum perubahan tajun 2021 sebesar Rp 10,7triliun.

“Sementara untuk pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan pembiayaan pada RAPBD tahun 2021 sebesar Rp 711,6 miliar, atau mengalami peningkatan sebesar Rp 85,1 miliar atau sekitar 13,59 persen jika dibandingkan dengan sebelum perubahan sebesar Rp 626,4 miliar. Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan tidak mengalami perubahan yakni sebesar Rp 102,4 miliar,” jelasnya.(ard)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.