Pemprov Ramadhan
Banner april lebaran

Ramai-ramai Mundur dari Liga Super Eropa, Suporter Menolak Kompetisi Baru itu

JAKARTA,koranindonesia.id—Sejumlah klub elite yang menjadi  pengagasan diadakannya  Liga tersendiri di Eropa akhir mundur teratur setelah suporter  fanantik mereka mengecam rencana itu.

Manchester United selaku salah satu klub penggagas mengonfirmasi pengunduran dirinya dari kompetisi baru tersebut setelah suporternya bereaksi keras. Setan merah  resmi mundur dari Liga Super Eropa setelah mendapat reaksi keras menyusul pengumuman mereka ikut kompetisi tersebut.

 

Wakil pemilik Setan Merah Joel Glazer merupakan salah satu pendukung utama Liga Super tapi tak berapa lama, langkahnya itu justru mengundang kecaman luas dari Pemerintah, Liga Primer, UEFA, pemain, manajer, suporter, dan pandit sepakbola. United pada akhirnya memilih mundur, diikuti lima klub Inggris lain yang sebelumnya mendaftarkan diri.

 

Sementara itu, Manchester City dan Chelsea adalah yang pertama mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan melanjutkan rencana mereka untuk bergabung ke Liga Super. Melalui keterangan resminya, pihak klub menyatakan: “Manchester United tidak akan berpartisipasi di Liga Super Eropa. Kami telah mendengarkan dengan cermat reaksi dari para suporter kami, pemerintah Inggris, dan pemangku kepentingan utama lainnya.

 

“Kami tetap berkomitmen untuk bekerja dengan pihak lain di seluruh komunitas sepakbola untuk menghasilkan solusi berkelanjutan terhadap tantangan jangka panjang yang dihadapi sepakbola.”

Klub lain  yang mundur adalah Chelsea, yang dalam  lanjutan Liga Primer Inggris matchday ke-32 semalam harus kalah dengan tim papan abwah, fokus Chelsea terpecah menyusul kegaduhan yang terjadi di luar seturut keputusan klub yang sebelumnya mendaftar kompetisi Liga Super Eropa.

 

Para suporter The Blues menyuarakan protesnya kepada klub di luar Stamford Bridge, bahkan bus tim yang hendak bertanding sempat dihalangi masuk sebelum Petr Cech bernegosiasi dengan para demonstran. Suporter protes keterlibatan Chelsea dalam gagasan Liga Super Eropa.

 

Walaupun klub mengumumkan bahwa mereka menarik diri dari partisipasinya di Liga Super, namun itu tidak mengubah fakta bahwa konsentrasi para pemain sudah terganggu sejak awal.

 

Lalu klub yang memilih mundur dari gagasan Liga Super adalah Liverpool, Skuad The Reds bahkan mengunggah pesan di media sosial yang mengatakan mereka menentang kompetisi baru itu, dan pihak klub sekarang resmi mundur. Liverpool mengonfirmasi bahwa mereka telah mundur dari Liga Super Eropa.

 

The Reds mengeluarkan pernyataan itu pada Selasa malam dengan “menghentikan” keterlibatan mereka dalam rencana kontroversial tersebut, yang dalam prosesnya berpotensi menjungkirbalikkan tatanan sepakbola domestik, Eropa dan internasional jika itu tetap dipaksakan.

 

Keputusan itu mereka ambil selang 48 jam yang penuh polemik, di mana para pemain dan suporter ikut bersatu untuk mengutuk proposal yang ada dan menyerukan kepada klub untuk menghormati sejarah dan tradisi olahraga paling populer di dunia ini.

 

Melalui laman resminya, klub penghuni Anfield itu menyatakan: “Liverpool Football Club dapat mengonfirmasi bahwa keterlibatan kami dalam rencana yang diusulkan untuk membentuk Liga Super Eropa telah dihentikan. Dalam beberapa hari terakhir ini, klub telah menerima perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan, baik secara internal maupun eksternal, dan kami ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka atas kontribusinya yang berharga.”

Di waktu yang hampir sama ketika Liverpool merilis pernyataan, , Arsenal, dan Tottenham Hotspur semuanya mengonfirmasi niat mereka untuk mundur dari proposal Liga Super. Arsenal mengeluarkan surat terbuka kepada pendukung mereka, di mana mereka meminta maaf atas polemik yang ditimbulkan. “Kami membuat kesalahan, dan kami meminta maaf untuk itu,” bunyi pernyataan tersebut.

 

Spurs, sementara itu, mengatakan mereka menyesali “kecemasan dan kekesalan yang disebabkan oleh proposal ESL”, selagi Manchester United mengatakan mereka “mendengarkan dengan cermat reaksi dari para suporter kami, pemerintah Inggris dan pemangku kepentingan utama lainnya.”

Sebelumnya di hari yang sama, Manchester City menjadi klub Inggris pertama yang secara resmi mengumumkan niatan mereka untuk angkat kaki.

Sementara penolakan lain juga datang dari klub Prancis melalui Presiden  Paris Saint-Germain  Nasser Al-Khelaifi telah mengonfirmasi bahwa juara Prancis Paris Saint-Germain tidak akan terlibat dalam rencana Liga Super Eropa, mengikuti jejak beberapa tim elit lain seperti FC Bayern Munchen dan Borussia Dortmund.

Presiden Paris Saint-Germain Nasser Al-Khelaifi mengutuk rencana Liga Super Eropa karena yakin bahwa sepak bola adalah olahraga untuk semua pihak dan menjanjikan dukungannya kepada UEFA dalam upaya untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi komunitas sepak bola saat ini.

Sebelumnya pada Minggu (18/4) Liga Super Eropa akhirnya memberikan pengumuman resmi pertama mereka untuk menggelar liga sendiri yang akan menyaingi pagelaran Liga Champions, dengan ada 12 tim yang terlibat dan disebut jumlahnya masih mungkin bertambah.

Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Manchester United, Liverpool, Manchester City, Chelsea, Arsenal, Tottenham Hotspur, Juventus, AC Milan, dan Inter Milan semua disebut sebagai 12 ‘tim pendiri’, dengan ide Liga Super Eropa ini kemudian mendapatkan perlawanan keras dari berbagai pihak.

Beberapa klub telah secara terbuka menyatakan penolakan mereka untuk berpartisipasi, termasuk Bayern Munchen dan Borussia Dortmund, dan PSG kini telah mengungkapkan pendirian mereka terkait masalah ini selain juga beberapa klub lain seperti AS Roma yang juga telah menegaskan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam kompetisi ini.

 

(Red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.