Banner pemprov juni

Raker Dengan Menteri Kesehatan, DPD RI Minta Kasus Gelombang Kedua Covid-19 Tidak Terulang

JAKARTA, koranindonesia.id – Komite III DPD RI melakukan rapat kerja dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Senin (24/1/2022), untuk membahas penanganan pandemi Covid-19 dan juga program Kementerian Kesehatan di tahun 2022.

Dalam rapat kerja tersebut, Komite III DPD RI meminta Kementerian Kesehatan untuk dapat mengambil langkah antisipasi agar gelombang kedua kasus Covid-19 varian Delta di tahun lalu yang menyebabkan banyak masyarakat meninggal dunia tidak terjadi lagi.

“Dari Satgas Penanganan Covid-19, kasus aktif pasien positif bertambah terus menerus. Pemerintah juga memperkirakan punyak Omicron di bulan Februari – Maret, disinyalir akan menjadi puncak dari Omicron,” ucap Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni.

Dalam rapat tersebut, Sylviana juga menilai bahwa tingkat pelayanan rumah sakit di Indonesia masih relatif terbatas. Hal ini terlihat dari belum meratanya fasilitas kesehatan beserta ketidakmerataan distribusi tenaga kesehatan di daerah-daerah.

“Pasien yang menderita penyakit berat diminta menanti pelayanan hingga satu bulan lamanya di rumah. Padahal seharusnya, pasien tersebut harus segara mendapatkan pertolongan,” jelas Senator dari DKI Jakarta ini.

Dalam rapat tersebut, Menteri Kesehatan Budi Sadikin Gunawan menjelaskan bahwa saat ini kesiapan rumah sakit untuk pasien Covid-19 sudah mulai disiapkan untuk menghadapi lonjakan. Menurutnya, saat ini masih terdapat 80 ribu kamar yang bisa dinaikkan ke jumlah 120 ribu kamar untuk penanganan kasus Covid-19.

Budi juga menjelaskan bahwa penanganan kasus Omicron berbeda dengan kasus varian Delta. Menurutnya, pasien varian Omicron sebagian besar tidak memiliki gejala yang berat. Sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit kecuali yang benar-benar bergejala berat.

“Yang tanpa gejala dan ringan, kita mengarahkan isolasi mandiri dan kita bantu dengan telemedicine. Itu pilot projectnya kami coba di Jakarta, dan hasilnya baik. Sehingga rumah sakit kita bisa dikonsentrasikan dari sedang dan berat,” jelas Budi.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.