Banner sumsel

Putus Cinta, Pemuda Pengangguran Konsumsi Narkoba

SOLO, koranindonesia.id – Dunia tak selebar daun kelor. Mungkin pepatah itu, patut disematkan untuk Rudianto alias Bojes (27) yang tertangkap memakai narkotika jenis sabu. Pria asal Mojosongo, Kota Solo ini ternyata mengalami putus cinta hingga akhirnya menggunakan obat-obatan terlarang.

Dari pengakuannya, dia ditinggal menikah oleh kekasih hatinya yang bekerja sebagai buruh pabrik di Kawasan Salatiga, Jawa Tengah. Saat mengetahui pujaan hatinya menikahi pria lain, Bojes kembali ke Solo dan memutuskan untuk memulai hidup di Kota Bengawan.

Hingga akhirnya, dia bertemu dengan Tri Rahendra alias Gendon (30). Dari perkenalan inilah, yang membawa Bojes merasakan dinginnya jeruji besi. “Saat itu saya sedang frustasi. Saya putus cinta. Lalu, dikenalkanlah sama teman saya dengan Gendon yang katanya memiliki sabu. Sejak saat itu, saya mendapat sabu dari tangan Gendon ini,” kata Bojes saat ditanya wartawan di Mapolsek Jebres, Kamis (16/5) siang.

Menurut Bojes, sudah empat bulan terakhir dirinya mengkonsumsi sabu dari Gendon. Tiap kali membeli barang haram tersebut, Bojes diberikan paket hemat seharga Rp200.000. “Lama-lama jadi ketagihan, dan gak bisa berhenti sampai empat bulan ini,” kata Bojes tertunduk malu.

Hingga akhirnya, kemarin malam menjadi malam yang nahas bagi pria pengangguran tersebut. Dia berhasil diringkus aparat, saat hendak melakukan transaksi di depan SPBU di Kawasan Mojosongo, Kecamatan Jebres.“Saya ditangkap saat menunggu pelanggan. Tak tahunya Polisi,” kata Bojes.

Sementara itu, Gendon mengaku jika mendapat barang haram tersebut dari seseorang berinisial B. Dari sinilah, dia mengecer menjadi paket hemat untuk kembali diperjualbelikan kepada ‘pasiennya’. “Iya itu milik saya,” kata Gendon.

Ditempat yang sama, Kapolsek Jebres, Kompol Juliana mengaku, jika Gendon merupakan pengedar narkoba. Pihaknya telah mengintai pria yang terkenal licin saat ditangkap aparat tersebut. “Dari tangan Gendon, kami mengamankan 18 paket hemat sabu siap jual. Untuk peran Gendon sebagai pengedar dan Bojes sebagai pengguna,” ungkap Kapolsek.

Akibat perbuatannya, keduanya dijerat dengan Pasal 112 dan 127 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.