Banner sumsel

Pusat Rehabilitasi Pengguna Napza di Muba Jadi Percontohan

SEKAYU, koranindonesia.id – Penyalahgunaan narkotika dipastikan jumlahnya meningkat hampir setiap tahunnya, tak terkecuali di Bumi Serasan Sekate.

Tercatat dari data Kejaksaan Negeri (Kejari) Musi Banyuasin (Muba) pelanggaran narkotika di Muba dari 2016-2017 mengalami peningkatakan dari sebelumnya di 2016 ada 143 perkara, meningkat menjadi 170 kasus pada 2017.

Sementara itu, berdasarkan data pihak Polres Muba yang diperoleh berdasarkan hasil wawancara dengan Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, tercatat ada 571 jiwa yang berstatus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah Kabupaten Muba, dan itu didominisasi oleh pengkomsumsi narkotika dan ketergantungan narkoba.

Untuk meminimalisir persoalan yang merugikan generasi penerus bangsa di wilayah Kabupaten Muba kedepannnya itulah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba bersama aparat penegak hukum tidak tinggal diam.

Untuk itu, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin terus berupaya menekan angka pengguna dan korban narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (Napza) itu, dengan memberikan sosialisasi bersama pemangku kepentingan (stakeholders) terkait, serta upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap korban narkotika di wilayah Muba tersebut.

Selain itu, dalam hal pelayanan kesehatan pengguna Napza itu juga, Pemkab Muba melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah  menyiapkan pusat rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap yaitu  rehabilitasi rawat pengguna Napza di  Puskesmas Tebing Bulang, Kecamatan Sungai Keruh dan rehabilitasi Rawat Inap RSUD Bayung Lencir yang mana baik SDM dan regulasinya sudah diakui sebagai IPWL (instansi Penerima Wajib Lapor).

IPWL merupakan langkah dari pemerintah daerah yang bukan hanya sekedar pemberantasan, tapi juga proses rehabilitasi pecandu yang bersinergi dengan institusi terkait seperti kepolisian dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

IPWL ini dibentuk berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 18/Menkes/SK/VII/2012 dengan tujuan merangkul pengguna atau pecandu narkoba sebagai proses rehabilitasi dengan menggunakan kebijakan public health.

“IPWL ini sudah dibuka sejak 2016 dan dalam memberikan pelayanan semua gratis, mulai dari tahap pemeriksaan lab sampai pemberian obat. Dan Alhamdulillah untuk pelayanan rawat jalan IPWL Puskesmas Tebing Bulang sudah diakui pelayanan di tingkat nasional, sehingga sering mendapat kunker dari kabupaten atau provinsi lain di Indonesia,” ujar Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, Selasa (9/10/2018).

Ditambahkannya, secara nasional implementasi pusat rehabilitasi pengguna Napza di Muba diakui, menjadi percontohan di tingkat nasional.

“Karena yang konsisten sudah berjalan hanya di Muba, jadi pusat rehabilitasi pengguna Napza di Muba ini dinobatkan Kemenkes sebagai pusat rehab percontohan,” terangnya pula.

(FOTO/IST)

Lanjutnya, tidak hanya di Puskesmas Tebing Bulang dan RSUD Bayung Lencir saja, tapi Dinkes Muba juga akan membuka pusat rehabilitasi rawat jalan di setiap puskesmas di wilayah Muba, dengan memberikan pelatihan kepada SDM terkhusus pemegang program.

“Sehingga komitmen Pemerintah untuk fokus dalam menekan angka pengguna dan korban Napza dapat dimaksimalkan,” tandasnya.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Muba dr Azmi menjelaskan, untuk menekan angka penyalahgunaan Napza tersebut, pihaknya saat ini sedang melakukan pendampingan penyusunan RKA Puskesmas dan salah satu program prioritas terkait Napza ini adalah, mulai dari sosialisasi pada sekolah-sekolah dan masyarakat umum, sampai penanganan terhadap kasus mulai dari pemeriksaan (test urin) dan perawatan terhadap pemakai dengan melatih petugas-petugas di Puskesmas untuk dapat menangani kasus rawat jalan terhadap pengguna.

“Saat ini juga sedang disusun draf kerjasama penanganan Napza dengan pihak Lapas,” tandasnya

(ded/rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.