Banner sumsel

Pulang Mengaji, Guru Madrasah Dibegal Hingga Jatuh Tersungkur

PALEMBANG, koranindonesia.id – Nahas yang dialami Supriyono (36) warga yang tinggal di Jalan Lubuk Kawah, Lorong LB Selincah, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang ini.

Dirinya harus kehilangan sepeda motor kesayanganya Honda Beat dengan nomor polisi BG 6765 ABV setelah dibegal saat melintas di Jalan Noerdin Pandji, Kecamatan Sukarami, Palembang, Senin (26/11/2018) sekitar pukul 01.00 WIB, dinihari.

Tak hanya harus kehilangan sepeda motor kesayangannya, korban Supriyono pun harus mengalami luka memar disekujur wajahnya, setelah jatuh tersungkur dari atas sepeda motor dan dipukuli oleh kawanan pelaku begal.

Tak terima dengan apa yang dialaminya tersebut, korban dengan ditemani istri dan kuasa hukumnya pun mendatangi Mapolresta Palembang, hari ini, Selasa (28/11/2018) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kepada petugas piket dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, korban  mengatakan, kejadian berawal saat dirinya melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sehabis pulang dari pengajian di kawasan Kenten Palembang, tiba-tiba dari arah belakang ia dikejar kawanan pelaku.

“Ada tiga orang pelakunya, mereka menggunakan dua unit sepeda motor yang langsung mengejar saya, satu motor dari sisi kiri langsung mematikan kontak motor saya dan satunya dari sisi kanan,” ungkap Supriyono memberikan keterangan.

Dilanjutkannya, pelaku yang berada di sisi kanan langsung menendang motornya hingga membuat korban jatuh tersungkur dari sepeda motornya, kemudian kawanan pelaku begal itu langsung memukuli korban hingga babak belur.

“Saya tidak ingat apa-apa lagi, pada saat itu. Mereka membawa kabur sepeda motor saya, dompet dan ponsel,” jelas guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Palembang ini.

Dirinya berharap dengan laporan yang dibuatnya itu, petugas dapat segera memproses dan secepatnya menangkap pelaku, karena aksi begal sepeda motor tersebut cukup membuat resah masyarakat.

“Saya harap laporan saya dapat segera diproses, karena kalau tidak mereka akan melakukan aksinya kembali,” harapnya.

Ditambahkan kuasa hukum korban Afifudin, ia berharap kejadian tersebut tidak terjadi lagi kepada orang lain. Maka dari itu, ia meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan dan menangkap pelakunya.

“Kita laporkan, untuk meningkatkan keamanan dan pihak kepolisian mengantisipasi kejadian tersebut, agar tidak terjadi lagi kepada yang lainnya,” ujar Afifudin ketika mendampingi korban membuat laporan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kasubag Humas Polresta Palembang AKP Andi Haryadi membenarkan, pihaknya telah menerima laporan dari korban.

“Laporannya sudah kita terima, dan petugas dari SPKT, identifikasi dan piket Reskrim sudah melakukan olah TKP,  selanjutnya laporan korban akan kita tindaklanjuti,” ringkas Andi.

(anl)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.