PTP Mitra Ogan Pailit, Unsur Pimpinan ke Jakarta Pertanyakan Keberlangsungan Perusahaan

BATURAJA, koranindonesia.id – Polemik PTP Mitra Ogan terus berlanjut, kali ini unsur pimpinan perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan (Sumsel) itu, berangkat ke Jakarta untuk mempertanyakan kelangsungan perusahaan yang saat ini terancam bangkrut (pailit) tersebut, pada Senin (18/2/2019).

Unsur pimpinan terdiri dari Kandir, Manejer PIN beserta perwakilan karyawan hendak menuju kantor pemegang saham mayoritas RNI Holding dan Kementrian BUMN, serta Kantor BPK yang ada di Jakarta.

Unsur pimpinan yang juga terdiri dari beberapa perwakilan karyawan itu, berangkat menuju Jakarta menggunakan satu bus. Ada sekitar 50 orang turut andil mempertanyakan nasib mereka dan ribuan karyawan lainnya tersebut.

Manajer PIN PTP Mitra Ogan, Muslimin menjelaskan, jika saat ini perusahaan tersebut mengalami kesulitan finansial, mengalami maju mundur sejak tiga tahun belakangan.

Gaji karyawan pun tidak terealisasikan, padahal itu merupakan hak para karyawan yang saat ini kebingungan untuk menafkahi keluarga mereka.

“Kami selaku pimpinan mendampingi karyawan untuk menanyakan kejelasan, apakah Mitra Ogan ini maju atau mundur, karena pemegang saham inilah yang akan menetulan nasib PTP Mitra Ogan,” jelas Muslimin sesaat sebelum berangkat.

Selain itu juga, pihaknya akan menuju BPK dan Kementrian BUMN untuk menindaklanjuti sejauh mana pemeriksaan BPK terkait dugaan korupsi di tubuh PTP Mitra Ogan yang sangat merugikan keberlangsungan perusahaan hingga seperti saat ini.

“Kami berharap, keberangkatan ini membuahkan hasil. Sebab pertemuan ini diharapkan kedepan dapat menentukan keberlangsungan nasib perusahaan dan ribuan karyawan,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPRD OKU yang ikut mendampingi Mirza Gumay menyatakan, sangat mendukung keberangkatan unsur pimpinan dan perwakikan karyawan untuk menanyakan ke pemegang saham, terkait nasib mereka.

Pasalnya ini menyangkut kelangsungan hidup ribuan karyawan yang saat ini menunggu tanpa ada kepastian. “PTP Mitra Ogan yang sahamnya mayoritas dipegang RNI Holding diambak kebangkrutan, jadi bagaimana nasib para karyawan dan pihak ke tiga yang sangat dirugikan. Tentu selain itu status hukumnya bagaimana. Jadi keberangkatan ini sangat perlu,”tegasnya.

Direncanakan, para karyawan dan unsur pimpinan yang berjumlah sekitar 50 orang itu, akan mendatangi Kementrian BUMN, BPK serta kantor RNI Holding pemegang saham, selama empat hari di Jakarta.
(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.