Banner sumsel

PT DKI Perberat Hukuman Dokter Bimanesh

JAKARTA,koranindonesia.Id-Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menerima banding jaksa KPK terhadap terdakwa dokter Bimanesh Sutarjo yang dituduhkan sebagai penghalang penyidik KPK mengusut kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto.

Majelis hakim tinggi Ester Siregar mengatakan pihaknya menerima permintaan banding dari penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi tersebut, hasilnya adalah penambahan hukuman satu tahun dan denda 150 juta bagi Bimanesh Sutarjo.

Majelis hakim sependapat dengan jaksa KPK yang menilai hukuman Bimanesh di pengadilan tingkat pertama terlalu ringan. Menurut hakim, perbuatan Bimanesh menyalahgunakan kewenangan sebagai dokter karena menghalangi penyidik KPK atas tersangka kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto.

“Hukuman Bimanesh pun ditambah menjadi 4 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan,” katanya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (5/11/2018).

Menurut Ester perbuatan yang dilakukan Bimanesh itu sangat tercela dan menodai citra dan wibawa dunia kedokteran yang berperilaku jujur dan menjunjung integritas sehingga pidana penjara yang akan dijatuhkan nanti di dalam amar putusan perkara ini sudah memenuhi rasa keadilan masyarakat.

“Sebelumnya dalam putusan tingkat pertama, Bimanesh dihukum 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 1 bulan kurungan, namun dalam banding yang dilakukan hukuman Bimanesh menjadi 4 tahun penjara kata dan denda 300 juta,” tandanya. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.