Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

PT Bio Farma Terima Sertifikat CPOB untuk Vaksin COVID-19

Jakarta,koranindonesia.id-Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Penny K. Lukito menyerahkan sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) untuk sarana produksi vaksin COVID-19 di PT Bio Farma, Rabu (30/12/2020).

Kepala Badan POM Penny K. Lukito menjelaskan, salah satu tahapan dalam aspek pengawalan mutu vaksin adalah melalui inspeksi CPOB di sarana produksi, baik di tempat asal pembuatan vaksin dalam hal ini di Sinovac Life Science Beijing maupun di sarana produksi PT Bio Farma.

“Badan POM telah melakukan inspeksi dan proses verifikasi terhadap tahapan proses produksi dan penjaminan mutu di sarana produksi PT Bio Farma tersebut. Hasil evaluasi dan verifikasi menunjukkan bahwa sarana produksi telah memenuhi syarat sehingga sertifikat CPOB dapat diterbitkan hari ini,” ungkap dia.

Kepala Badan POM menjelaskan, dengan penerbitan sertifikat CPOB ini, maka proses fill and finish product dapat segera dilakukan setelah bulk vaksin tiba.

Disebutkan, Indonesia saat ini telah memiliki 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 didatangkan dari Sinovac Life Science awal Desember lalu dan menyusul akan segera tiba 1,8 juta dosis berikutnya. Selain mendatangkan 3 juta dosis vaksin jadi tersebut, Indonesia juga akan mengimpor 15 juta dosis bulk vaksin untuk dilakukan proses fill and finish product di PT Bio Farma.

“Badan POM akan terus mengawal setiap proses penyediaan vaksin COVID-19 untuk memastikan keamanan, khasiat/efikasi, dan mutu vaksin tersebut,” tegas dia.

Disampaikan bahwa, PT Biofarma telah memiliki fasilitas ruang produksi fill and finish vaksin COVID-19 dengan kapasitas produksi 100 juta dosis per tahun. Tahap selanjutnya PT Biofarma akan segera menyiapkan fasilitas produksi dengan kapasitas 150 juta dosis, sehingga pada 2021 dapat memproduksi hingga total 250 juta dosis per tahun.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.