Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

PSBB Ketat Diakui Belum Bisa Tekan Kasus Covid-19 di Jakarta

JAKARTA, koraninnesia.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Ariza) mengakui peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat yang berlaku di Jakarta sekarang ini belum berpengaruh pada tren penurunan kasus COVID-19 di Ibu Kota.
Sepanjang Januari hingga awal Februari 2021 ini, kasus corona di Jakarta memang belum mengalami penurunan, bahkan kasus harian tetap berada di atas 3.000 pasien setiap hari yang membuat 101 rumah sakit di Jakarta hampir penuh.

“(Selama PSBB ketat) masih lumayan tinggi kasusnya,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (2/2/2021).

PSBB ketat di Jakarta merupakan tindak lanjut dari penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali yang di gagas Pemerintah Pusat untuk menekan penularan corona lintas daerah. Peraturan ini sudah berlangsung sejak 11 hingga 25 Januari 2021 kemudian diperpanjang lagi dua minggu sejak 26 Januari 2021 lalu.

“Ke depan kita harapkan bisa ada penurunan kasus,” kata Ariza.

Data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sejak PSBB ketat, jumlah kasusus COVID-19 di Jakarta memang tak kunjung turun, padahal mereka sudah melakukan berbagai pembatasan, seperti memangkas jumlah karyawan yang masuk kantor setiap harinya, dari 50 persen menjadi hanya 25 persen saja, lalu operasional perkantoran, tempat hiburan dan pusat perbelanjaan juga turut dipangkas.

Kendati begitu, positivity rate atau persentase kasus positif kasus corona justru ikut melambung menjadi 17,4 persen, angka ini naik dari seakan belakangan yang mencapai 15 persen. Persentase ini masih jauh dari standar aman yang ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dimana standar aman positivity rate adalah 5 persen.

Sementara tingkat kematian di Jakarta 1,6 persen, artinya DKI menyumbang setengah dari jumlah kematian nasional yang saat ini sebesar 2,8 persen. Total kematian karena corona di Jakarta sudah mencapai 4.337 orang.

Sedangkan pemakaman jenazah yang menggunakan protokol COVID-19 di Jakarta terhitung sejak Maret 2020 sudah mencapai 13.300 jenazah.Tata Cara pemakaman tersebut tidak hanya dilakukan kepada pasien yang sudah terkonfirmasi positif corona, namun juga kepada mereka yang suspek atau yang diduga terpapar wabah dari Wuhan, Tiongkok itu.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.