Banner sumsel

Proses Hukum Alung Lamban, Ulama Lahat Gelar Diskusi Publik

LAHAT,koranindonesia,id – Dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Radius Wijaya alias Alung kepada ulama kondang Abdul Somad mengundang reaksi para ulama di Kabupaten Lahat. Menyusul lambannya proses penegakan hukum, hingga memakan waktu 1 bulan lebih. Namun belum ada kejelasan.

Menyikapi hal ini pada Selasa (24/04/2018) malam, di Gedung Dakwah Muhammadiyah, para ulama mengadakan diskusi publik untuk membahas dan menyepakati solusi dalam permasalahan yang terjadi, serta langkah-langkah yang akan dilakukan.

Hadir dalam acara ini Ketua PD Muhammadiyah, Ketua FKUB, BKPRMI, Laskar Merah Putih (LMP), Ketua GP Anshor, Jamaat Tabligh (JT), Forum Lingkar Pena (FLP), Fosil, KAMMI, Pemuda Muhammadiyah, FLSS, Remaja Masjid, Pemuda Ikadi, Pemuda Bulan Bintang, Lawyer, dan lain-lain.

Ketua FKUB, H. Khairudin yang memberikan sambutan di awal acara mengatakan bahwa dirinya mendukung apa yang diperjuangkan umat Islam di Kabupaten Lahat saat ini, asalkan tetap dalam koridor kedamaian.

“Ini merupakan yang pertama terjadi di Kabupaten Lahat. Saya turut mendoakan apa yang diperjuangkan oleh umat muslim khususnya di Kabupaten Lahat ini bisa tercapai. Hanya saja tetap dalam koridor damai, santun dan tidak anarkis yang dapat menciderai citra Islam. Atas apa yang dilakukan oleh Radius Wijaya ini memang tidak layak dilakukan oleh seorang non muslim. Dari itu berjuanglah dengan baik. Semoga diskusi malam ini memberikan solusi bagi kita semua dalam mengawal proses hukum Radius Wijaya,” ujar H. Khairudin.

Sementara itu Ketua PD Muhammadiyah, Lahat H. Khaidir Husni menyatakan kebanggaannya atas apa yang diperjuangkan para pemuda muslim di Kabupaten Lahat. Menurutnya ghirah dalam membela agama Islam tidak surut sebagai penerus mereka nantinya.

“Jujur selama ini saya tidak begitu mendalami apa yang terjadi. Setelah mengkaji legal opinion dari anak-anak Aliansi Pembela Islam, terus terang ini harus kita perjuangkan bersama-sama. Terus sosialisasikan ini ke umat muslim di Kabupaten Lahat, agar mereka semakin tahu dengan apa kondisi yang sebenarnya terjadi saat ini,” tutur Khaidir Husni.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dari peserta yang hadir dengan menghasilkan pernyataan sikap dari para peserta yang menyatakan keseluruhan dari peserta yang hadir siap mengawal proses hukum Radius Wijaya sampai titik darah penghabisan.

Sebagaimana yang diungkapkan Ketua GP Anshor Kabupaten Lahat, Ahmad Syahri Kurnianto (Mas Ayi) bahwa dengan adanya diskusi ini, dirinya mewakili GP Anshor siap menjadi garda terdepan jika ada aksi damai lanjutan.

“Jika ke depan kita ada aksi lanjutan saya akan berada di depan bersama Ketua API dan saudara-saudara lainnya,” ujar Mas Ayi.

Sementara itu, Ketua FLP Cabang Lahat, Chairul Sujan mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan FLP Pusat agar siap membantu menghadirkan ahli bahasa.

Ketua PD Muhammadiyah dan FKUB juga memberikan rujukan nama-nama untuk ahli agama yang diperlukan.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh kuasa hukum pelapor pertama kasus ini, Herman Hamzah,SH dan Lawyer Jerry Hendriansyah, SH yang pernah turut menangani kasus Jonru di Jakarta.(Nur)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.