Banner sumsel

Progres Jembatan Musi VI sudah 61,2 Persen

PALEMBANG,koranindonesia.id-Progres pembangunan Jembatan Musi VI Palembang sudang mencapai 61,2 persen, namun persoalan ganti rugi lan warga masih belum juga kelar.

Hal itu dikatakan oleh Pejabat Pembuat Koimtmen (PPK) Joko Saputro, Senin (2/4/2018)

“Sampai awal April sudah 61,2 Persen  namun kami bekerja untuk lahan yang sudah bebas ganti rugi saja. Sedangkan  lahan yang belum, kami tak berani melakukan pekerjaan,” ujarnya.

Saat ini pihaknya sudah  melakukan survei dan mencatat  rumah-rumah warga yang terkena. Baik yang sudah dibayar maupun belum ada ganti rugi.

“Untuk pemasangan besi lantai dan beton di bentang tengah sepanjang 200 meter telah selesai dikerjakan. Kemudian pemasang baut, masih tersisa, tinggal sedikit lagi. Khusus  untuk ruas jalan belum bisa dikerjakan.  Karena sebagian lahan belum tuntas,”katanya. Maka itu, kata Joko jika mau cepat selesai harusnya pembebasan lahan segera dilaksanakan.

Ganti Rugi

Sementara,  menanggapi keluhan warga saat reses dengan DPRD Sumsel beberapa waktu  (lihat https://koranindonesia.id/palembang/warga-su-i-belum-dapat-ganti-rugi/ ) Dinas PU  Bina Marga Sumsel berjanji, segera tuntaskan pembayaran ganti rugi pembebasan lahan Musi VI untuk 88 persil. Sementara, sisanya 49 persil akan diselesaikan usai pembayaran 88 persil tersebut.

Kasi Regal DPU Bina Marga, M Hilmansyah mengakui, akses Jalan Musi VI dari kawasan Jalan Faqih Usman dan Fuad Hasyim seluruhnya ada 137 persil. Namun yang kita mintakan pembayaran ganti rugi tahun 2017 lalu, baru 88 persil.

“Diketahui anggaran 88 persil tersebut berjumlah Rp 62,9 milyar. Itu yang sudah kita mintakan pada tahun anggaran 2017.  Ternyata ada masalah, makanya, 3 April 2018 ini akan  dibahas ulang, jelasnya Senin (2/4).

Kata Hilmansyah, sisanya 49 persil akan dibahas nanti setelah pembayaran 88 persil usai dibayarkan. Pastinya, total dana yang kurang 49 persil dimaksud, perkirakan mencapai Rp 20,86 milyar.

Dia minta warga setempat  lebih bersabar. Nantinya, bila sudah ada kejelasan, akan diberitahu melalui pihak kecamatan dan kelurahan, terang Hilamnsyah,lagi.

“Memang, ada sejumlah warga yang datang ke sini. Dan kami sudah jelaskan seperti itu masalahnya. Dan minta mereka bisa menunggu sampai ada pembayaran diselesaikan,” bebernya.

Tambahnya, warga memang sudah lama menunggu, hampir 3 bulan. Sebab awalnya ganti rugi, di janjikan Desember 2017 lalu. Tapi, hingga saat ini, belum ada pembayaran ganti rugi.

Namun, meski begitu, masyarakat mendukung harga ganti yang akan mereka dapatkan. ‘’Kami sudah berkali-kali kirim surat Pemprov melalui Sekda. Maksudnya, segera lakukan pembayaran secepatnya,” papar dia.

Nantinya, semua pembayaran ganti rugi, dilakukan melalui rekening bank  milik warga setempat. ‘’Tapi sebelum uangnya dikirim ke rekening, mereka tandatangani tentang persetujuan pencairan, melalui berita acara,’’ pungkasnya (win)

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.