Banner Pemprov 2020
kopri

Program Literasi Harus Tumbuhkan Inovasi

JAKARTA, koranindonesia.id – Program literasi yang dikampanyekan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI harus mampu menumbuhkan inovasi serta kreatifitas di tengah masyarakat. Apalagi, saat ini Bangsa Indonesia dihadapkan pada perkembangan revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengemukakan hal ini saat memimpin rapat dengar pendapat dengan Kepala Perpusnas RI, Senin (16/10/2020), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Ia mengatakan, Komisi X ingin mendengar langsung program literasi nasional setelah ada penyesuaian anggaran tahun 2020, dikutip dari dpr.go.id.

“Program literasi nasional harus memberikan kontribusi positif untuk membantu menumbuhkan kreatifitas dan inovasi serta meningkatkan keterampilan dan kecakapan sosial yang dibutuhkan pada era revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0,” ungkap Fikri.

Menurut politisi PKS ini, perkembangan literasi nasional yang dikampanyekan Perpusnas harus pula memperbanyak judul bahan pustaka dan salinananya. Konten pustakanya memiliki lima fungsi, yaitu pendidikan, keterampilan, hiburan, budaya, dan penyimpanan karya sesuai UU Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.

Sebelumnya, legislator asal Tegal, Jawa Tengah ini sempat menyinggung pagu anggaran Perpusnas RI sebelum pemotongan sebesar Rp 658.997.123.000 menjadi Rp 454.777.211.000. Sementara daya serap dan realisasinya hingga awal November 2020 ini mencapai Rp 380.693.884.668 atau 83,71 persen. Targetnya hingga akhir Desember terserap 97 persen.

(MT) 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.