Prihatin Melihat Kehidupan Rahma, Polres Lubuk Linggau Lakukan Bedah Rumah

LUBUKLINGGAU,koransumatera.com – Sebagai bentuk keperhatinan  Polres Lubuklinggau terhadap penderitaan yang dialami Rahma (10) tahun yang telah merawat ibu dan kakaknya selama 3 tahun. Pihak Polres Lubuklinggau akan mem-bedah  rumah Rahma yang menjadi tempat tinggal bocah tersebut bersama keluarganya.

Sebelumnya Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar berserta jajaranya berinsiatif menyambangi kediamanan Devi Susanti (32) yang tak lain adalah ibunya Rahma, warga RT 02 Kelurahan Jokoboyo Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Devi kini hanya bisa terbaring lemas mengidap penyakit lumpuh yang selama ini dirawat Rahma, bocah kelas 3 SD 54, Selasa (13/2/2018).

Kedatangan orang nomor satu di Kepolisian Resort (Polres) Lubuklinggau, tidak sekedar menjengkuk. Melainkan, membawa kabar baik untuk keluarga Rahma akan dilakukan kegiatan penggalangan kegiatan kemanusiaan untuk membeda rumah Rahma.

Diungkapakan Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar, kedatangan dirinya ke tempat Devi ibunya Rahma tidak hanya berkunjung tapi sebagai bentuk kepedulian guna melihat langsung kondisi sesunggunya keadaan rumah milik Devi ibunya Rahma .

“Hari ini, saya mencek secara langsung, kondisi rumah dan tanah. Ternyata rumah dan tanah miliknya sendiri. Sehingga, kami segera menindaklanjuti rencana dengan dilakukan pengalangan Dana untuk melakukan bedah rumah. Mudah-mudahan, mulai senin depan memulai kegiatan beda rumah tersebut,”Ujarnya Kapolres saat melihat dan mengkroscek rumah.

Lanjutnya Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar menyampaikan, dalam merealisasikan bantuan, dengan mengulirkan kegiata bedah rumah bertujuan untuk meringankan beban keluarga Ibu Devi untuk menjalankan kehidupan sehari-hari.

“Saya yakin dan percaya dalam kondisi seperti ini. Warga masyarkat Lubuklingga mesupport kegiatan seperti ini. Dan nantinya, kediaman ibu devi akan kita bangun lebih layak yang ada MCK didalam rumah. Sehingga, memudahkan pemilik rumah untuk hidup lebih baik lagi dan Mudah-mudah kegiatan kita ini bisa membatu,”bebernya.

Sedangkan Untuk nantinya secara teknis kegiatan bedah rumah itu sendiri nantinya ada proses dan akan dirancanangkan semua pihak dan melibatkan sejumlah pihak serta mengedepankan prinsif gotong royong.

“Yang jelas, Untuk soal teknis bedah rumah nanti, tentu akan kita diserahkan kepada ahlinya dan akan kita turunkan bantuan personil. Sedangkan kita disini sifatnya hanya membatu dan mengkordinir. Artinya, semua disini kita juga tidak lupa utamakan bantuan bedah rumah serta mengutamakan prinsif secara gotong royong,”tandasnya.

Reporter: Shandi April

Editor: Elan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.