Bhintan Shalawat

Pria Ini Diupah Rp25 Juta untuk Bawa 2,2 Kg Sabu dari Palembang ke OKI

PALEMBANG, koranindonesia.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatra Selatan (Sumsel) menangkap Tomi Warsa (33) warga Sungai Baung RT 50/ 10, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang, lantaran kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 2,2 kilogram.

Penangkapan tersebut berlangsung pada (11/3) kemarin di pinggir Jalan Raya Palembang-Kayuagung, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Dimana sebelumnya, petugas mendapatkan informasi jika ada pengiriman narkoba dalam jumlah besar. Saat Tomi melintas menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat dengan plat nomor BG 5502 ABQ, petugas langsung menghentikannya dan melakukan pemeriksaan.

“Kita mencurigai tas yang dibawa tersangka. Setelah dibuka, ternyata benar isinya adalah narkoba jenis sabu seberat 2,2 kilogram,” kata Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel AKBP Amazona Pelamonia saat gelar perkara di kantornya, Kamis (14/3/2019).

Amazona melanjutkan, dari hasil pemeriksaan, Tomi mengakui akan membawa sabu tersebut ke kawasan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dari Palembang untuk diedarkan disana. Bahkan, pengiriman narkoba dalam jumlah besar tersebut merupakan aksi kedua yang ia lakukan. “Pengakuannya pada malam tahun baru kemarin mengirimkan 14 kilogram ke OKI. Ini adalah aksi keduanya, sabu tersebut didapatkannya dari Palembang,” papar Amazona lagi.

Saat pengiriman, Tomi selalu menggunakan sepeda motor menuju ke OKI dengan jarak tempuh selama 2 jam 30 menit. Setelah tiba dilokasi, tiga rekannya yang lain akan mengambil sabu tersebut dan diedarkan. “Ada beberapa tersangka lain, identitasnya kita sudah tahu sekarang masih dalam pengejaran. Pelaku selalu mengirim narkoba dalam jumlah besar, semuanya dikirim pakai motor,” jelas Amazona pula.

Sementara itu, tersangka Tomi sendiri mengakui, jika ia nekat membawa sabu tersebut lantaran tergiur upah yang lumayan besar mencapai Rp25 juta. Sabu itu menurutnya berasal dari Palembang yang didapatkan dari salah satu bandar. “Kalau pas malam tahun lalu, baru saya diupah Rp40 juta. Saya pakai motor biar tidak dicurigai. Saya cuma disuruh,” kata dia.

Atas perbuatannya, Tomi terancam pasal 114-112  Undang Undang (UU) Narkoba Nomor 35/ 2009 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.