Pemprov Ramadhan
Banner april lebaran

Presiden Jokowi, Wapres dan Para Menteri Kompak Tak Mudik Lebaran

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Presiden Jokowi tak mudik lebaran. Hal sama dilakukan Wapres Ma’ruf Amin, beserta seluruh para menteri. Hal ini dikatakan Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, kepada wartawan, Jumat (23/4). Tidak mudiknya petinggi negara ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang melarang mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021.

“Saya bisa menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden, semua Menko, semua menteri, semua kepala lembaga itu tidak ada satu pun yang pulang kampung atau mudik lebaran. Tidak ada satu pun,” jelas Fadjroel.

Tidak pulang kampungnya mereka, sebagai contoh sehingga masyarakat pun tidak ada yang mudik saat Lebaran 2021. Bahkan, Jokowi juga meminta para menteri dan pimpinan lembaga untuk tidak menggelar acara buka puasa bersama dan open house saat Hari Raya Idul Fitri 2021.

“Teladan seperti itu diperlukan oleh masyarakat. Selain itu, kan juga yang dilarang sekarang ini buka puasa bersama termasuk dengan wartawan. Open house juga dilarang karena Covid ini masih mematikan,” kata Fadjroel.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menekankan bahwa keputusan pelarangan mudik diambil karena terjadi tren kenaikan kasus Covid-19 setelah empat kali libur panjang tahun lalu.

Misalnya, saat libur Hari Raya Idul Fitri 2020 terjadi kenaikan kasus harian hingga 93 persen dan tingkat kematian mingguan naik 66 persen. Pertimbangan lainnya, kata dia, pemerintah harus menjaga tren penurunan kasus aktif Covid-19 di Indonesia.

Presiden menyampaikan bahwa kasus Covid-19 di Tanah Air dalam dua bulan terakhir menurun dari 176.672 kasus per 5 Februari 2021 menjadi 108.032 kasus pada 15 April 2021.

“Kita harus betul-betul menjaga bersama-sama momentum yang sangat baik. Untuk itulah, pada Lebaran kali ini pemerintah memutuskan melarang mudik bagi ASN, TNI Polri, pegawai BUMN, karyawan swasta, dan seluruh masyarakat,” kata Jokowi dalam keterangan pers di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/4).

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan, mudik di tengah pandemi akan membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya mereka yang lanjut usia (lansia). Dia menyebut tradisi yang menimbulkan interaksi fisik, seperti berjabat tangan, akan berpotensi menjadi titik awal penularan Covid-19.

Untuk itu, Wiku meminta masyarakat untuk mematuhi kebijakan pelarangan mudik Lebaran 2021 yang diberlakukan 6-17 Mei. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mencegah lonjakan kasus baru Covid-19 yang kerap terjadi di setiap momentum libur panjang.
“Pemerintah meminta kepada masyarakat untuk mengurungkan niatnya untuk menjalankan kegiatan mudik untuk melindungi diri kita dan juga keluarga di kampung halaman agar tidak tertular Covid-19,” tutur Wiku, Kamis (22/4).

(ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.