Banner sumsel

Prasasti Kuno Peninggalan Zaman Kolonial Belanda Ditemukan di Markas Damkar

SOLO, koranindonesia.id – Sebuah prasasti peninggalan zaman kolonial Belanda ditemukan di Markas Pemadam Kebakaran (Damkar), Pedaringan, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Sebelum ditemukan, prasasti itu digunakan sebagai alas meja dan terletak di salah satu ruang Markas Damkar selama bertahun-tahun.

Pertama kali, prasasti ini ditemukan oleh seorang petugas bernama Mathias Andri. Andri berniat memindahkan meja kuno yang ada di salah satu ruangan Markas Damkar. Saat melihat di bawah meja, terdapat tulisan. Lalu, oleh Andri alas meja itu diangkat, dibalik dan dibersihkan. Saat itulah, nampak tulisan dengan Bahasa Belanda dan tahun 1929. “Saya kaget, lho barang seperti ini kok bisa ada disini. Saya terus lapor pimpinan untuk ditindak lanjuti,” jelas Andri saat ditemui wartawan, Selasa (12/2/2019) siang.

Prasasti itu berukuran 1×1,5 meter. Terbuat dari batu marmer asli yang tembus dengan cahaya. Diatasnya tertulis tulisan dari Bahasa Belanda. Sebagian dari tulisan tersebut menyebut nama Pakoe Boewono (PB) X dan tahun 1929. Terkait makna tulisan Bahasa Belanda lainnya masih belum diketahui.

Terpisah, Pengamat Sejarah Solo, Heri Priyatmoko mengatakan, penemuan prasasti atau artefak peninggalan jaman colonial ini memiliki nilai historis bagi masyarakat Kota Solo. dia menduga, jika prasasti ini berhubungan dengan batas area di kawasan tersebut. “Sosok PB X sebagai “Raja Jawa” yang memiliki kawasan tersebut. Artinya, Bangsa Eropa yang bercokol di Solo dengan kasta struktur sosial teratas masih menghargai penguasa setempat,” jelas Heri.

Dari temuan itu, Heri menarik kesimpulan, bahwa dengan ditemukannya prasasti ini menjadi panduan atau petunjuk penting untuk memahami kehidupan tempo dulu terkait batasan wilayah khususnya di Kota Solo. “Temuan ini sangat penting untuk memahami kehidupan masa lalu terkait ruang geagrafis,” katanya.

(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.