Praperadilan Tersangka Kasus MOS Digelar, Pengacara Pertanyakan Keabsahan Penangkapan

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Sidang perdana permohonan praperadilan yang dilayangkan Obby Frisman Arkataku (24) digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (31//2019).

 

Dalam persidangan dengan agenda pembacaan permohonan praperadilan tersebut dihadiri perwakilan Polda Sumsel dan Polresta Palembang.

 

Dihadapan hakim praperadilan, Yosdi, pemohon Obby Frisman Arkataku, melalui pengacaranya, Suwito Winoto mempertanyakan keabsahan penetapan status tersangka dan penangkalan terhadap Obby.

 

Menurut Suwito, dari keterangan saksi sebagai bukti awal dari termohon menetapkan status tersangka, tidak ada unsur kekerasan yang dilakukan Obby hingga menewaskan korban Delwyn Berli Juliandro.

 

Selain itu, Obby ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kekerasan terhadap korban saat mengikuti MOS di SMA Taruna Indonesia pada 13 Juli, sedangkan pihak keluarga baru diketahui pada 16 Juni dan belum menerima surat penangkapan.

 

“Hasil investigasi kami tidak ada pemukulan yang dilakukan Obby terhadap korban, untuk itu hakim dapat mengeluarkan Obby dari penahanan,” ujar Suwit usai persidangan.

 

Suwito menyebut, keterangan saksi yang mereka dapat di lapangan, bertentangan dengan keterangan saksi dari kepolisian, padahal saksinya sama.

 

Disamping itu pihaknya juga menuntut agar termohon dihukum membayar ganti kerugian, berupa kerugian materil karena kehilangan penghasilan Rp50 juta.

Serta kerugian im-materil, bahwa akibat penetapan tersangka, penangkapan dan penahanan yang tidak sah oleh termohon menyebabkan tercemarnya nama baik pemohon, hilangnya kebebasan, menimbulkan dampak psikologis terhadap pemohon dan keluarga serta telah menimbulkan kerugian im-materil yang tidak dapat dinilai dengan uang, sehingga dibatasi dengan jumlah Rp1 miliar.

Selain itu memerintah kan kepada termohon untuk memulihkan harkat dan martabat pemohon sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan menghukum termohon membayar biaya perkara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Obby yang bertindak sebagai pembina dalam kegiatan MOS di SMA Taruna tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polresta Palembang pasca kematian Delwyn.

Merasa ada kejanggalan dalam penetapan status tersangka dan penahanan tersebut, Obby melalui kuasa hukumnya, Suwito Winoto melayangkan permohonan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Palembang, pada Senin (22/7) lalu. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.