Banner Pemprov Agustus

PPP Bakal Ambil Langkah Hukum Atas Aksi Mendesak Suharso Mundur

JAKARTA, koranindonesia.id – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berencana mengambil langkah hukum menyikapi massa yang mendesak Suharso Monoarfa mundur dari jabatan ketua umum.

Wakil Ketua Umum PPP Zainut Tauhid mengatakan massa yang berdemonstrasi itu tidak mengindahkan etika dan sopan santun serta menyerang pribadi Suharso Monoarfa.

“DPP PPP tidak akan tinggal diam dan akan menggunakan langkah hukum kepada oknum yang mengatasnamakan kader PPP atau kepada siapa pun yang telah menebarkan fitnah dan merusak nama baik PPP,” kata Zainut dalam keterangannya kepada media, Sabtu (25/6/2022).

Zainut yakin sebagian besar massa yang menggeruduk kantor DPW PPP Jatim dan mendesak Suharso Monoarfa mundur bukan kader PPP. Dia bisa memastikan itu karena massa tidak mengindahkan etika saat berdemonstrasi.

Zainut juga menduga ada pihak yang mendesain secara terstruktur dan sistematis untuk menjatuhkan Suharso Monoarfa serta memecah belah PPP.

Dia lalu meminta seluruh kader PPP untuk tidak terpengaruh. Zainut memastikan pengurus DPP PPP tetap solid tanpa ada keretakan di bawah komando Suharso Monoarfa sebagai ketua umum.

“Apa yang sudah dilakukan oleh Ketum Suharso selama ini sudah sesuai dengan garis kebijakan organisasi yang benar,” kata Zainut.

Sebelumnya, massa yang menamakan diri Front Pembela Penegak PPP (P3) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPW PPP Jawa Timur, Surabaya, Jumat siang (24/6).

Dalam aksi itu, massa meminta Suharso Monoarfa mundur dari jabatan ketua umum. Korlap Aksi Front P3, Baihaqi menilai Suharso tak becus mengurus partai.

Massa menganggap PPP tak punya strategi yang jelas menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Padahal, PPP termasuk partai yang terancam tidak lolos parliamentary threshold.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.