Pos Pantau Parkir di Kawasan Destinasi Wisata

PALEMBANG,koranindonesia.id– Mahalnya tarif parkir di sejumlah titik destinasi wisata di Palembang menjadi perhatian serius pemerintah kota, salah satunya mendirikan pos pantau.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin menegaskan, Pemkot Palembang akan mendirikan pos pantau untuk menanggani masalah parkir ini khususnya di kawasan destinasi wisata wisata.

“Pos pantau ini, nantinya akan diisi oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berwenang tentang masalah parkir tersebut. “Sudah kami rapatkan, dan akan segera diterapkan. Nanti selain OPD juga, akan dibantu dari Polri dan TNI,” tegasnya, Kamis (19/4).

Sulaiman mengatakan, kebutuhan pos pantau ini kian mendesak mendekati perhelatan Asian Games. Menurutnya, Pemkot Palembang tidak ingin para masyarakat dan wisatawan yang hadir akan takut berkunjung ke destinasi wisata kota Palembang, karena masalah parkir. a”Kita tidak ingan masyarakat takut datang ke Palembang, apalagi mau Asian Gameskan,” katanya‎.

Setelah adanya pos pantau ini. Bila masih terdapat jukir-jukir nakal, maka akan dibawa ke pihak kepolisian dan diproses secara hukum yang berlaku. Sulaiman juga meminta masyarakat untuk pro aktif untuk mau menjadi saksi agar jukir-jukir parkir ini jera. “Menegakkan peraturan ini harus ada partisipasi dari masyarakat juga,” jelasnya

Permasalahan mengenai tarif parkir sering kali terjadi dimana juru parkir (jukir) seenaknya sendiri bahkan melebihi biaya yang ditentukan oleh pemerintah, masih kerap terjadi di Kota Palembang.

Padahal peraturan daerah (perda) 16/2011, tarif parkir bagi kendaraan roda dua ialah sebesar Rp1000 sedangkan kendaraan roda empat Rp2000, namun yang ditarik oleh jukir di lokasi tertentu bisa berkali-kali lipatnya. Bahkan, di destinasi wisata tertentu seperti Plaza Benteng Kuto Besak (BSB), tarif parkir ini naik menjadi lima kali lipet.

Pengalaman buruk soal parkir itu bukan hanya dialami oleh masyarakat biasa. Bahkan, juga dialami oleh Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang, Harobin Mastofa beberapa waktu yang lalu, dan memarahi jukir yang ada di kawasan tersebut yang videonya sempat viral. (sen)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.