Banner sumsel

Polri Sebut Terorisme Jadi Ancaman Nyata Natal dan Tahun Baru

JAKARTA,koranindonesia.Id-Menyambut Natal dan Tahun Baru 2019, hal yang paling diwaspadai dan menjadi fokus utama kepolisian adalah terorisme, sebab terorisme menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Dedi mengatakan himbuan dari Kapolri Tito Karnavian dirinya tidak menginginkan adanya gangguan sedikitpun dalam dua perayaan besar itu. Karenanya, pada 10 Desember mendatang Kapolri akan memberikan arahan langsung terkait pengamanan operasi lilin tersebut.

“Kapolri menekankan untuk perayaan natal dan tahun baru, tidak boleh ada insiden atau ancaman. Untuk berjalan sesuai harapan pak Kapolri Tito Karnavian akan mengumpulkan seluruh petinggi Polri. Mereka nantinya akan diberikan intruksi terkait operasi lilin dalam pengamanan malam Natal dan pergantian tahun baru,” jelasnya kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Dedi mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak takut dengan adanya ancaman. Masyarakat harus mempercayai pihak kepolisian untuk selalu bekerja dalam mencegah aksi-aksi terorisme yang ada di seluruh wilayah Indonesia dengan mendeteksi sel-sel yang ada.

“Polri bekerja jauh sebelum operasi lilin digelar. Densus 88 dan satgas anti teror yang dibentuk untuk tiap Polda dan Polres itu terus bekerja dengan baik melakukan upaya-upaya pencegahan,” terangnya.

Dedi menuturkan adanya Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, kerja Polri dalam memberantas terorisme bakal semakin dipermudah.

“Jadi masyarakat sekali lagi dihimbau untuk tenang dan harus merayakan Natal dan Tahun Baru nanti dengan damai dan sejahtera,” tandasnya. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.