Banner sumsel

Polri Didesak Jadikan Ratna Sarumpaet Sebagai Tersangka

JAKARTA,koranindonesia.Id – Anggota DPD RI, Benny Ramdhani, menegaskan, terkait berita penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet yng cukup menggegerkan dunia maya tanah air, Polri harus mengedepankan kepentingan publik. Karena informasi elektronik tersebut begitu cepat merasuki pikiran dan perasaan masyarakat, bahkan disaat bangsa Indonesia sedang berduka musibah gempa dan tsunami di kota Palu.

Menurut Benny, polisi harus sesegera mungkin  mengambil tindakan, karena terkait berita-berita yang tidak mengandung kebenaran tetapi dibuat seolah-olah benar-benar terjadi tersebut, juga telah direkayasa dengan melibatkan tokoh politik  sekelas calon presiden, Prabowo Subianto, juga politisi sekaligus pejabat Publik, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Anggota DPR RI Rachel Maryam sebagaimana dalam pernyataan mereka di ruang publik.

“Tidak sampai disitu, mereka juga bahkan mengeluarkan pernyataan keras yang sifatnya ‘serangan’ dengan menyalahkan pemerintah. Seolah-olah pemerintah kurang memberikan perlindungan kepada seluruh warga negara secara adil,” kata Ketua Bidang Organisasi DPP Partai Hanura ini di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Karena itu Bareskrim Polri diminta segera memanggil dan menangkap Ratna Sarumpaet  untuk dimintai keterangan guna membuktikan apakah Ratna Sarumpaet benar-benar dianiaya sampai mukanya lebam dan memerlukan operasi plastik atau memang Ratna Sarumpaet mukanya rusak akibat bedah palstik yang gagal.

Jika Polri sudah memiliki bukti bahwa berita Ratna Sarumpaet dianiaya di salah satu tempat di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung adalah hoaks, fiktif alias informasi yang sengaja dipalsukan, maka Polri berwenang melakukan tindakan kepolisian terhadap Ratna Sarumpaet.

“Polri tidak ragu apalagi takut untuk melakukan tindakan kepolisian atau upaya paksa bahkan jika perlu menjadikan Ratna Sarumpaet,” tegasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.