Banner sumsel

Polri Deteksi Keberadaan DPO Penyebaran Hoaks Kotak Suara KPU

JAKARTA,koranindonesia.id-Polri menyatakan telah mendeteksi keberadaan dua daftar pencarian orang (DPO) pelaku penyebaran hoaks Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kedua DPO tersebut telah diketahui berada di dua daerah berbeda pada Selasa (9/04/0/2019) malam.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan sampai tadi malam ada dua lokasi yang dicurigai, yang pertama daerah Jawa Tengah, kedua daerah Tanggerang.

Dikatakannya kedua DPO itu merupakan kreator dan penyebar hoaks KPU di jejaring Instagram. Setelah membuat dan menyebarkan hoaks tersebut, akun keduanya langsung dihapus untuk menghilangkan jejak.

Dijelaskannya tim penyidik baru akan mengetahui motif sesungguhnya pembuatan hoaks tersebut setelah keduanya tertangkap karena hoaks itu dibuat pertama oleh keduanya. Namun Dedi juga belum dapat memastikan apakah keduanya memiliki keterkaitan.

“Kami masih menunggu kerja tim di lapangan yang sedang melakukan pengejaran untuk kemudian memastikan apa motif dan kaitan antar keduanya,” ungkapnya di Humas Polri, Jakarta, Rabu (10/04/2019).

Diketahui hoaks yang beredar, menyebutkan sistem KPU telah diatur untuk memenangkan salah satu paslon. KPU pun melaporkan hoaks yang beredar kepada Bareskrim Polri pada Kamis (4/04/2019).

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kemudian menangkap dua orang berinisial EW di Ciracas, Jakarta Timur dan RD di Lampung. Berdasarkan penelusuran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terdapat delapan akun yang menyebarkan, namun terdapat tiga akun yang dinyatakan sebagai akun riil. (erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.