Muba ramadhan
Banner pemprov Sumsel Vaksin

Polri Berdalih Amankan Persidangan, Bantah Perlakuan Kasar ke HRS

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Pihak Polri membantah telah melakukan kekerasan saat meminta Habib Rizieq Shihab (HRS) menghadiri persidangan secara virtual, terkait kasus dugaan kerumunan di Petamburan yang berujung pelanggaran protokol kesehatan.
Adapun HRS memang diminta untuk menghadiri pemeriksaan secara online dari Rutan Bareskrim Polri, Jakarta.
Namun eks pentolan FPI itu menolak dan sempat terlibat dorong-dorongan oleh petugas.
“Sekali lagi, hal seperti itu sekali lagi manajemen persidangan itu ada hakim dengan jaksa,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Sabtu (20/3).
Ia menyampaikan Polri hanya bertugas mengamankan persidangan HRS.

Sebaliknya, Rusdi kembali menegaskan bahwa Rizieq telah menjadi tahanan dari Kejaksaan RI.
“Tentunya kalau ada hal-hal yang menyangkut persidangan itu sendiri. Polri hanya mengamankan saja. Mungkin yang lebih jelas dari pihak Kejaksaan,” tukas dia.
Sebagaimana diketahui, HRS kembali menolak melakukan sidang virtual yang menjadi keputusan hakim karena kondisi pandemi.
HRS bersikeras karena tetap ingin hadir secara fisik di Pengadilan. Dia menolak jika sidang dilanjutkan secara online.

HRS sempat disorot di lorong Bareskrim Polri saat dia menolak masuk ke sebuah ruangan untuk melakukan sidang virtual.
Sebelumnya, pada Jumat (19/3), sidang HRS kembali memanas.

Dalam persidangan tersebut, mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu mengeluhkan perlakuan petugas terhadap dirinya.
HRS mengaku dipaksa, didorong, dan ddhinakan ketika petugas membawanya ke ruang sidang.

“Saya didorong, saya tidak mau hadir. Saya sampaikan ke majelis hakim, saya tidak ridho dunia akhirat. Saya dipaksa, didorong, dihinakan,” ucap HRS. (Ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.