Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Polri Bentuk Tim Usut Dugaan Mafia di Rumah Sakit Terkait Covid-19

JAKARTA, koranindonesia.id – Bareskrim Polri akan mendalami informasi dari Indonesian Police Watch (IPW) terkait dugaan mafia kesehatan dengan memberikan keterangan positif Covid-19 palsu kepada pasien.

“Informasi tersebut tentunya perlu didalami terlebih dahulu,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (4/9/2020).

Awi mengatakan, Bareskrim Polri akan membentuk tim untuk menyelidiki dugaan tersebut dan mengumpulkan alat bukti dan bahan keterangan dari masyarakat untuk memastikan apakah terjadi tindak pidana khusus atau tidak.

“Saat ini sudah ada tim yang ditunjuk untuk mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket),” ucap Awi.

Sebelumnya, Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, dugaan mafia kesehatan dengan memberikan keterangan positif Covid-19 palsu kepada pasien telah bergulir dan meresahkan masyarakat. Bahkan, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko juga meminta agar ada tindakan serius untuk mengungkap dugaan tersebut.

Kara Neta, rumah sakit akan mendapat anggaran hingga ratusan juta dalam penanganan satu pasien positif Covid-19. Oleh karena itu, rumah sakit tergiur meraup keuntungan dari anggaran negara itu.

“Angka yang tidak kecil ini membuat mafia rumah sakit bergerak untuk ‘merampok’ anggaran tersebut,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/10/2020).

Neta menjelaskan, permasalahan tersebut menjadi modus baru kejahatan dalam dunia kesehatan. Namun menurut dia, hingga kini Bareskrim Polri belum bergerak melakukan penyelidikan atas informasi yang banyak disebarkan di media sosial.

Selain itu, Neta menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk turut melakukan penyelidikan apabila Bareskrim Polri tidak juga bertindak. Pasalnya, dengan memanfaatkan kesulitan masyarakat, pelaku tindak pidana korupsi harus diseret ke pengadilan Tipikor.

“Bareskrim Polri, Kejaksaan dan KPK perlu bekerja cepat menangkap mafia rumah sakit dan segera menyeret ke Pengadilan Tipikor,” ujar Neta.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.