Banner sumsel

Polres Lubuklingggau Gelar Rekonstruksi Terbunuhnya Janda Anak Tiga

LUBUKLINGGAU, koranindonesia. Id – Satreskrim Polres Lubuklinggau menggelar rekonstruksi kasus terbunuhnya Rapiana (40), wargan Jalan Patimura, Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklingga.

Rekonstruksi yang digelar di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (27/3) siang, memperagakan 21 adegan. Dimana berawal dari tersangka Angga Saputra Tunggal (21) mendatangi rumah Rapiana seraya membawa nasi bungkus pesanan korban.

Tersangka masuk dan duduk di ruang tamu. Sementara korban ikut duduk sambil memakan nasi bungkus yang dibawa Angga.

Setelah makan, Rapiana meminta kepada tersangka untuk mengabadikan foto dirinya sebanyak tiga kali. Mulai foto berpakaian gamis, kebaya hingga terakhir menggunakan baju dan rok warna hitam.

Selanjutnya mereka kembali duduk di tempat yang sama, sambil korban memainkan ponsel Angga. Saat itulah Rapiana menanyakan uang yang telah dipinjam tersangka, hingga membuatnya marah dan memukul leher Angga sebanyak dua kali.

Tersangka yang tersulut emosi, berjalan menuju belakang korban dan menusuk pinggang kanan, leher bagian belakang sebelah kiri dan kanan dengan pisau yang telah diselipkannya di pinggang.

Tak sekedar itu saja, tersangka kembali menghunuskan pisaunya di bahu sebelah kanan. Korban sempat berdiri memberikan perlawanan meski pisau masih menancap di bahunya.

Angga menarik Rapiana ke belakang yang membuatnya terjatuh tepat di depan pintu kamar.

“Saya langsung menduduki tubuh dia (korban) dan kembali menusukan pisau ke dada sebelah kiri, dan ketiak sebelah kiri,” ucap Angga memberikan keterangan kepada petugas kepolisian sembari memperagakan adegan.

Pada adegan ke 14, Rapiana sempat berteriak minta tolong meski kondisinya ditindih dan tubuh penuh luka tusuk. Lantas, Angga mencekik leher korban menggunakan tangan sebelah kiri serta kembali menghujami pisau ke leher sebelah kiri dan menyayatnya.

“Setelah itu, saya cek denyut nadi di leher untuk memastikan dia sudah meninggal atau belum. Setelah benar-benar meninggal, saya pergi ke dapur untuk mencuci pisau serta tangan yang penuh darah,” ungkapnya.

Terakhir, Angga kembali masuk ke dalam kamar mengambil notebook dan ponsel di ruang tamu milik korban. Lantas, Ia langsung pergi meninggalkan rumah Rapiana menggunakan sepeda motor Honda Revo miliknya.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Sunandar melalui Wakapolres Kompol Andi Kumara didampingi Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin mengatakan, rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan. “Selanjutnya akan kita limpahkan ke pengadilan, sebelum di sidangkan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil visum dari rumah sakit, lanjutnya, korban mengalami 19 luka tusukan dan enam luka sayatan. “Luka di dada lima, ketiak satu, 10 di leher. Motifnya karena masalah utang. Kita kenakan Pasal 365 KUHP Jo Pasal 338 KUHP,” pungkasnya. (ard/

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.