Banner sumsel

Polres Jaksel Cek Tempat Karaoke Korban dalam Lemari Sebelum Dibunuh

JAKARTA, koranindonesia.id – Polres Jakarta Selatan (Jaksel) melakukan pengungkapan kasus mayat dalam lemari dengan korban Ciktuti Lin Puspita dengan mengecek sejumlah tempat karaoke, untuk menelusuri pengakuan tersangka Y dan NR.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar mengatakan, pihaknya sudah mendapat beberapa informasi saat ini anggotanya saat ini telah mengecek ke lokasi tempat karaoke sebelum tersangka membunuh korban.

“Kita lihat dari hasil CCTV apa betul jumlahnya empat, ini lagi kita pelajari. Sudah beberapa tempat yang sudah dicek karena (pelaku) tidak mengaku. Pelaku dalam artian tidak tahu tempatnya karena hanya diajak ke sana,” ungkapnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Sabtu (24/11/2018).

Ditambahkan Indra, dari hasil informasi yang didapat ada berjumlah empat tamu yang ditemani mereka. Selain itu, ada satu wanita lainnya yang ikut karaoke bersama korban dan tersangka.

“Hasil informasi inilah yang masih kita selidiki, siapa tamu dan siapa wanita tersebut. Mudah-mudahan kasus ini cepat terungkap,” terangnya.

Sebelumnya, pembunuhan Ciktuti Lin Puspita disebut pelaku NR, bermula dari cekcok karena merasa uang yang dijanjikan Rp1,8 juta tidak diterima. NR dalam pemeriksaan, sementara mengaku hanya menerima Rp500.000 dari tamu yang ditemani

Dari sini, NR menghubungi pria berinisial YAP yang juga kekasihnya. YAP naik pitam dan terlibat cekcok di sambungan telepon dengan korban.

Cekcok berlanjut pada Minggu (18/11/2018), saat korban datang ke kos. Tersangka NR dan YAP disebut polisi memang menumpang di kos korban. Setelah bertengkar, YAP memukulkan palu ke kepala korban dan mengikat leher Ciktuti Lin Puspita dengan tali. Usai dilihat sudah tidak bernyawa pelaku Y dan NR memasukkan mayat korban kedalam lemari.

(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.