Banner sumsel

Politisi Golkar Ini Bilang Pilpres Hanya Untungkan Caleg Berduit

JAKARTA,koranindonesia.id- Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 dipenuhi oleh hingar bingar pemilihan presiden (Pilpres). Situasi ini menguntungkan calon anggota legislatif (Caleg) bermodal besar karena bisa menutupi “kelemahannnya” menyampaikan visi-misi, dengan menyebar amplop pada masa “injury time”.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo mengatakan, euforia massa terhadap pilpres menenggelamkan Pemilu Legislatif (Pileg). Padahal, Pileg adalah ajang untuk memilih Calon Anggota DPR RI dan DPRD yang akan membuat regulasi dan menjadi dasar aturan hukum dalam tata kelola pemerintahan bernegara.

“Ketika Pemilu secara serentak ini dilakukan, maka masyarakat bereuforia. Mereka tidak melihat bahwa Pileg dan Pilpres ini sama pentingnya. Dimana Pilpres untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden yang akan menangani masalah pemerintahan, kemudian Pileg untuk memilih wakil rakyat yang menangani persoalan di legislatif yaitu membuat regulasi, kebijakan anggaran dan fungsi pengawasan,” kata Firman di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Dia menilai calon-calon anggota legislatif tenggelam oleh hingar-bingar Pilpres. Apalagi Pileg ini luput dari liputan media.

Seharusnya, lanjut Firman, masyarakat juga perlu memahami visi-misi yang ditawarkan oleh calon legislatif. Hal ini penting agar kelak terpilih anggota legislatif yang mempunyai kapasitas, integritas dan kompetensi dalam bidangnya masing-masing.

Dengan ‘terlupakannya’ Pileg oleh masyarakat pada sistem pemilu serentak, menurut Firman, bisa memicu pergeseran cara pandang masyarakat. Dan yang paling mengancam pada pesta demokrasi ini, menurutnya adalah kemunculan caleg-caleg baru yang memiliki modal besar.

“Mereka itu hanya mengandalkan faktor uang, dia main di injury time, kemudian mereka menyebarkan amplop sebanyak-banyaknya, dan akhirnya masyarakat hanya akan memilih pemberi amplop. Ini harus kita waspadai,” ungkap Firman.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.