Banner sumsel

Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka Kerusuhan Kabupaten  Mimika Papua

 JAKARTA,koranindonesia.id- Polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka dari 34 orang yang diamankan polisi dari aksi unjuk rasa berujung kerusuhan di Kabupaten Mimika, Papua. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan 10 tersangka tersebut akan dikenakan pasal berlapis.

 “10 orang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan persangkaan Pasal 170 KUHP dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” ungkapnya saat dihubungi, di Jakarta, Jumat (23/08/2019).

Sedangkan 24 orang sisanya, hingga berita ini diturunkan masih diamankan dan dalam status pemeriksaan awal. Namun demikian, polisi tetap mengamankan mereka untuk menjalani proses pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP).

“Masih didalami yang lain, belum bisa dipastikan status mereka menajdi tersqngka, kita tunggu pemeruksaan lanjurannta,” terangnya.

Diakui Asep Saputra lebih dari seribu orang warga Kabupaten Mimika, Papua, sebelumnya turun ke jalan memprotes aksi rasisme yang diduga dilakukan ormas dan aparat keamanan terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur, pada 16 Agustus 2019.

Massa bergerak dari berbagai arah menuju titik kumpul di halaman depan Kantor DPRD Kabupaten Mimika di Jalan Cenderawasih Kota Timika, Papua. Massa terdiri atas berbagai kalangan, baik orang dewasa, orang tua, kaum perempuan hingga anak-anak.

.Mereka juga meneriakkan yelyel dan nyanyian. Namun, belakangan aksi menyampaikan aspirasi itu berujung ricuh. Massa melempari gedung DPRD Kabupaten Mimika dengan batu. Beberapa fasilitas umum pun dirusak oleh warga.”Mereka juga menjarah barang-barang yang di kantor DPRD saat melakukan perusakan. Akibat kericuhan pada Rabu (21/8) itu, kerugian mencapai Rp1 miliar,” tandasnya. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.