Polisi Temukan Tulang Belulang Diduga Sopir Taksol Tri

PALEMBANG, koranindonesia. Id – Tri Widiyantoro (34) sopir taksi online yang menghilang sejak 40 hari yang lalu, dikabarkan telah ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di Parit 6 Sungai Dungun, Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Jum’at (30/3/2018) sekitar pukul 15.00.

[irp posts=”6485″ name=”Jejak Hengki Terlacak dari Sosmed”]

[irp posts=”6480″ name=”Polisi Temukan Surat Cinta di Saku Celana Hengki”]

Berdasarkan data yang dihimpun, penemuan itu berawal dari pihak kepolisian Polda Sumsel berhasil mengamankan dua orang diduga pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap pria yang tinggal di Jalan Letnan Murod, Lorong Sakura, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang.

Kemudian, polisi melakukan pengembangan dengan mendatangi tempat korban dibuang oleh para pelaku. Benar saja, setiba disana aparat menemukan sejumlah tulang belulang manusia yang diduga Tri. Mereka pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara untuk proses otopsi.

[irp posts=”5830″ name=”Otak Perampokan Sopir Taksol Serahkan Diri Ditemani Ayah”]

[irp posts=”5293″ name=”Ratusan Sopir Taksol Geruduk Mapolda Sumsel”]

“Telah ditemukan kerangka manusia, namun kita belum bisa pastikan apa itu korban atau bukan. Masih akan kita cek dan mencocokan dari pihak keluarga, baik itu orangtua maupun anaknya. Nanti akan diumumkan oleh pihak forensik RS Bhayangkara,” kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo ditemui di RS Bhayangkara.

Dirinya mengungkap, tim forensik RS Bhayangkara akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap identitas korban. “Akan kita test DNA, mungkin dari anaknya maupun pihak keluarga atau orangtua. Penemuan ini, hasil dari pengembangan terhadap pelaku yang diamankan. Saay ditemukan, korban berada di semak belukar,” katanya

[irp posts=”5812″ name=”Keluarga Tri Tunggu Hasil Tes DNA”]

[irp posts=”5809″ name=”Polisi Tembak Mati Perampok Sopir Taksol Tri”]

Lebih lanjut, ia mengatakan dua orang pelaku yang berhasil diamankan satu diantaranya di tembak mati lantaran saat ditangkap memberikan perlawanan kepada petugas. “Satu pelaku ditembak mati, satunya lagi mengalami luka-luka. Sedangkan dua pelalu lainnya masih buron dan akan terus kita kejar. Jadi pelaku ada empat orang,” tambahmya.

Untuk motifnya, lanjut Slamet, pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka yang ditangkap. “Barang bukti bukti masih kita kembangkan. Keterangan resminya akan diumumkan langsung oleh Bapak Kapolda Sumsel, besok (Sabtu, 31/3/2018), termasuk nama-nama pelaku,” ujarnya.

Pantauan wartawan KoranIndonesia.com di RS Bhayangkara Palembang tampak Rohana istri dari Tri Widyantoro begitu tegar saat tulang belulang yang diduga suaminya tiba sekitar pukul 19.00. Rohana ketika itu menggendong puteranya dibopong oleh keluarga yang lain masuk ke dalam kamar mayat.

Raut kesedihan terlihat di wajah ibu dua anak ini saat keluar dari kamar mayat. Tak satu kata keluar dari mulutnya ketika sejumlah awak media mencoba mewawancarainya. Ia berusaha menghindari pewarta yang mencoba menanyainya.

“Masih belum bisa dipastikan, karena akan diperiksa terlebih dahulu,” timpal salah satu keluarga korban yang lain.

Disisi lain, ratusan rekan seprofesi korban sesama sopir taksi online dari berbagai komunitas ikut menunggu kedatangan jasad yang diduga Tri. Mereka sempat membaca Surat Al-Fateha dan melantunkan Sholawat ketika kantong mayat yang berisikan kerangka manusi itu tiba di RS Bhayangkara Palembang.

Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang berhasil mengungkap misteri hilangnya Tri dan mengamankan dua orang pelaku perampkan terhadap rekannya tersebut.

“Terima kasih Pak. Maafkan kami, kemarin yang sempat menggelar aksi unjuk rasa,” ujar beberapa perwakilan taksol seraya menyalami aparat kepolisian.

Sebelumnya, Tri Widyantoro sopir taksi online menghilang setalah mengantarkan penumpang kearah Kenten Laut, Kabupaten Banyuasin, 15 Februari 2018 kemarin. Ia mendapatkan orderan dari kawasan Pakjo, Kecamatan IB I Palembang. Dari sanalah, korban tidak kunjung pulang ke rumahnya. (ard/yuyun).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.