Banner sumsel

Polisi Temukan Surat Cinta di Saku Celana Hengki

PALEMBANG, koranindonesia. Id – Polisi yang menangkap Hengki Sulaiman, pelaku perampokan disertai pembunuhan sopir taksi online Tri Widyantoro, menemukan surat cinta di dalam saku celana tersangka.

Surat yang dikirimkan seorang wanita berinisial DS itu berisikan tentang percintaan. Dimana, pujaan hati tersangka menginginkan hubungan asmara yang sudah mereka jalin selama inu untuk segera diakhiri.

[irp]

DS mengungkapkan, dirinya tidak pantas untuk hadir di tengah-tengah keluarga Hengki. Sebab, menurutnya hubungan asmara mereka akan menyakiti banyak orang.

“Assalamualaikum wr.wb
Dear mas Hengki Sulaiman.

Tak ada kata-kata indah yang mampu ku goreskan melalui tinta biru ini. Hari demi hari ku slalu mencoba untuk slalu memahami semua sifat dan sikapmu sayangku, namun apala daya aku hanya seorang wanita biasa yang kotor yang takkan pernah pantas untuk hadir ditengah-tengah keluargamu yang begitu bahagia dan damai sebelum aku hadir dalam kehidupanmu sayangku. Sayang mungkin kita akhiri hubungan ini, biar tak ada lagi yang tersakiti karena kita sayang, dan ini semua yang terbaik untuk kita dan semua orang,” tulis DS dalam suratnya.

“Maafkan aku sayangku bila ku harus pergi jauh darimu, dan biarkan aku pergi dengan membawa semua kenangan manis tentang kita. Semoga suati hari nanti kau menemukan sosok wanita yang lebih dariku yang dapat mengerti semua tentangmu. Dan sosok wanita yang di idamkan oleh kedua orang tuamu sayangku,”

Diakhir suratnya, DS nampaknya memberikan sebuah hadiah untuk pelaku.

“Maafkan aku sayangku, ini yang terbaik untuk kita. Terimakasih kau telah memberikan aku cinta yang begitu besar dan tulus. Terimakasih bila slama ini kau tlah setia mendampingiku dengan kebahagian dan kenangan indah bersama akan selalu bersamaku. Kutitipkan Al-quran ini padamu. Aku sangat mencintai dan menyayangimu. Sampai jumpa lagi sayangku. Salam manis dari kasihmu yang tercinta,” tutupnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, surat cinta terakhir kekasih Hengki ini ditemukan didalam kantong celana pelaku saat anggotanya menggeledah tubuh tersangka.

Dari tulisan surat yang ditujukan itulah, petugas meyakini pria itu adalah Hengki yang telah merubah nama menjadi Hendrik saat pelarian ke Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Selain itu, petugas juga menemukan dua jimat berupa keris kecil bewarna kuning dan hitam bersama satu lembar kertas bertuliskan huruf arab, satu lembar pas foto 3×4 dan fotocopy ktp atas nama Hendri Sulaiman.

“Dari foto, foto copy ktp dan surat cinta ini kita yakini adalah Hengki,” kata Zulkarnain, saat gelar perkara di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (13/4/2018) siang.

Selama pelarian, Hengki tinggal dirumah seseorang yang baru dia kenalnya dan berencana akan bekerja di sebuah toko.

Pemilik rumah ternyata sudh curiga kedatangan Hengki. Tanpa diketahui tersangka, ia memfotonya untuk mengantisipasi jika ada aksi kejahatan yang dilakukan pemuda asal Kabupaten Banyuasin, sumsel tersebut.

“Pemilik rumah juga mendokumentasikan foto-foto Hengki. Karena sudah curiga. Tapi foto itu tidak disebar ke medsos, hanya Hengki sendiri yang mempostingnya ke facebook sehingga berhasil kita lacak,” pungkasnya. (yyn).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.