Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Polisi Pastikan Areal Depan Istana Negara Dilarang Jadi Lokasi Demo

JAKARTA, koranindonesia.id – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat karena adanya aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jumat (16/10/2020).
Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yudho menerangkan, pihaknya akan menahan para pengunjuk rasa di depan Patung Kuda. Sehingga massa aksi tidak bisa mendekati gedung Istana Negara.

“Di depan gedung Sapta Pesona ini. Di daerah Bunderan Patung Kuda. Saat ini yang kita lihat di layar belakang ini memang sudah dipasang, baik yang dari arah Utara ke Selatan maupun dari selatan ke Utara dan tidak hanya di titik ini,” ujar dia Jumat (16/10/2020).

Kemudian, ada juga di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat sudah dilakukan penjagaan oleh aparat kepolisian. Selanjutnya, di kawasan Veteran III Bina Graha sampai ke Kostrad dan depan Pertamina juga dilakukan penutupan.

Termasuk kawasan Gambir yang berbelok ke arah Istana Negara akan dilakukan penutupan dan dijaga aparat gabungan. Oleh karena itu, ia memastikan kawasan Istana Negara tidak ada arus lalu lintas yang dibuka.

“Oh ia. Penutupan, sebetulnya pemasangan ini sudah dari tadi malam. Tapi sampai dengan siang ini sifatnya situasional sampai titik itu belum ada massa maka jalur masih bisa dilewati walaupun hanya jalur busway,” tegas dia.

Sambodo melanjutkan, ada sekitar 2000 mahasiswa yang bakal menggelar aksi unjuk rasa anti Undang-undang Cipta Kerja di Patung Kuda. Namun untuk pengamanan dari anggota lalu lintas sendiri sekitar 500 personel yang disebar ke 25 titik wilayah hukumnya.

“Kalau dari lalu lintas sendirian ada 500 kami menjaga sekitar 25 titik di Jakarta, khusus untuk daerah ini ya belum termasuk dengan penjagaan rutin yang setiap hari kita laksanakan,” terang dia.

Untuk diketahui, BEM SI menuntut agar Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law dicabut setelah Anggota DPR RI mengesahkan pada Senin (5/10/2020) kemarin. Aksi deko besar-besaran sudah berlangsung 2 kali di mana pada (8/10/2020) kemarin terjadi kericuhan.

Kemudian, pada aksi demo Selasa (13/10/2020) kemarin dari Ormas Islam menggelar aksi serupa dan berujung kericuhan. Ada ribuan perusuh yang diamankan oleh polisi karena merusak sejumlah fasilitas umum dan menyerang polisi.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.