Pemprov Ramadhan
Banner april lebaran

Polisi Kembangkan Fakta Dugaan Babi Ngepet, 9 Warga Dimintai Klarifikasi

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Polsek Sawangan berusaha melakukan pengembangan fakta terkait mencari pembuktian benar atau tidaknya dugaan babi ngepet yang ditangkap warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok.
Sebanyak sembilan orang mendatangi Polsek Sawangan untuk dimintai klarifikasi penangkapan seekor babi.

Kapolsek Sawangan, AKP Rio Mikael Lumban Tobing, mengatakan pihaknya sudah memeriksa 8 dari 15 orang yang ikut menangkap babi di wilayah Bedahan. Sembilan orang yang memenuhi panggilan Polsek Sawangan, salah satunya Ustaz Adam Ibrahim yang memimpin penangkapan dugaan babi ngepet.

“Iya, kami sudah melakukan pemeriksaan sembilan orang sekitar pukul 14.00 WIB hingga 24.00 WIB,” ujar Rio Kamis (29/4).

Rio menjelaskan, sembilan orang yang menangkap diduga babi ngepet untuk mensinkronisasikan keterangan, sehingga polisi dapat membuat kesimpulan benar atau tidaknya babi ngepet yang ditangkap warga.
“Nanti ya kita informasikan kembali hasil kesimpulannya seperti apa,” kata Rio.

Rio meminta masyarakat Kota Depok, khususnya di wilayah Kecamatan Sawangan, tidak resah dengan adanya dugaan babi ngepet yang ditangkap warga. Polsek Sawangan meminta kepada masyarakat apabila kehilangan uang atau harta benda lainnya dapat segera melaporkan ke kantor polisi terdekat.

Masyarakat diminta untuk tidak terlalu mengaitkan apabila ada warga yang kehilangan uang dengan penangkapan dugaan babi ngepet.
“Sebaiknya melaporkan apabila warga kehilangan uang. Jangan terlalu mengaitkan dengan hal mistis karena perlu mencari kebenaran fakta,” pungkas Rio.

Sebelumnya, pada Selasa (27/4), warga di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, digegerkan dengan penangkapan babi ngepet yang dilakukan warga. Penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB. Uniknya penangkapan tersebut dilakukan dengan cara telanjang, yang diyakini dapat melihat setiap pergerakan babi ngepet untuk mencegah melarikan diri.

Salah seorang warga, Martalih, mengatakan penangkapan babi ngepet yang dilakukan tadi malam sekitar pukul 00.30 WIB dilakukan dengan cara telanjang sebanyak delapan orang. Penangkapan yang dilakukan dengan cara tidak biasa merupakan menjadi salah satu syarat untuk menangkap babi ngepet yang sudah meresahkan warga.

“Memang dengan cara telanjang menangkapnya, karena itu syaratnya. Sebelumnya, kami sempat menangkap dengan cara tidak telanjang, tetapi gagal,” ujar Martalih.

Martalih menjelaskan, saat itu terdapat tiga orang yang menggunakan motor matik warna merah memasuki lingkungannya. Mantan ketua RW tersebut melihat salah seorang yang menggunakan jubah warna hitam mendekati rumah warga untuk melakukan ritual untuk berubah menjadi babi ngepet.

“Perubahannya sekitar satu jam lalu berubah menjadi babi ngepet,” ucap Martalih. (Ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.