Banner Pemprov Agustus

Polisi Kembali Ringkus Guru Pesantren Cabul

 

PALEMBANG, koranindonesia.id – Setelah dilakukan pengembangan terhadap tersangka Junaidi. Subdit PPA Ditreskrimum Polda Sumsel kembali menangkap satu pelaku pencabulan terhadap siswa lelaki di Pondok Pesantren (Ponpes) AT yang berada di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.

Tersangka adalah Imam Akbar. Pemuda berusia 20 tahun ini merupakan pengawas asrama sekaligus tenaga pengajar di Ponpes AT.

” Iya, kami kembali mengamankan satu pelaku lagi inisial IA . Dia ini seorang pengawas asrama dan pengajar disana,” kata Wadir Krimum Polda Sumsel, AKBP Tulus Sinaga didampingi Kanit PPA Polda Sumsel Kompol Masnoni,Kamis (30/9/2021).

Dikatakan Tulus, pelaku ini sama seperti pelaku yang kemarin seorang pengawas asrama dan pengajar. ” Dari tempat yang sama, profesinya sama hanya pelaku untuk saat ini baru satu,” tegas Tulus saat ungkap Tulus.

Dijelaskan Tulus, pelaku ini sudah 13 kali melakukan sodomi terhadap korban yang merupakan santrinya. Untuk modusnya korban dipuji dan dirayu, setelah itu barulah melancarkan aksinya.

“Usai melakukan hal tersebut korban diancam oleh pelaku. Korban diancam seperti akan dikeluarkan dari Ponpes , tidak difasilitasi dan dikucilkan oleh teman – temannya ,” ujarnya.

Karena dapat ancaman inilah lanjut Tulus, korban takut untuk mengadu. Namun karena pihaknya memiliki trik sehingga korban mau berbicara sehingga pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap orang 6 saksi.

“Pelaku ini melakukan tindak asusila baru Bulan September ini dan saat ini masih satu korbannya tapi kami masih terus melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi – saksi,” ujarnya.

Masih dikatakan Tulus, untuk saat ini korban sudah mendapatkan penangan trauma healing secara intens. Sedangkan pelaku masih terus dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.

” Untuk pelaku dikenakan pasal 82 Ayat 1,2 dan 4 Jo 76 E UU RI , ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tutupnya. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.