Banner sumsel

Polisi Hentikan Kasus Ketum PA 212. Ini Pertimbangannya

JAKARTA, koranindonesia.id Kasus dugaan pelanggaran Pemilu, dengan tersangka Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma’arif, akhirnya dihentikan. 

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Agus Triatmaja, penghentian dilakukan karena ada beberapa pertimbangan atau alasan. 

“Sedikitnya ada tiga dasar pertimbangan  mengapa tidak bisa dilanjutkan ke kejaksaan,” terang Agus Triatmaja saat dihubungi wartawan, Selasa (25/2/2019).

Agus memaparkan, dasar pertimbangan pertama sejumlah ahli pemilu yang disodorkan KPUD Surakarta memiliki pendapat berbeda soal makna kampanye. Kemudian penyidik juga belum bisa membuktikan niat pelaku melakukan pelanggaran.

“Slamet juga belum bisa diperiksa untuk membuktikannya. Sementara kami hanya punya 14 hari,” kata Agus.

Sementara pertimbangan terakhirnya, kasus ini ditutup setelah Sentra Gakkumdu Surakarta menggelar rapat dan mengambil sikap untuk menghentikan kasus.

Agus pun mengatakan, terhadap kasus ini, Polri bersikap netral dan tidak tebang pilih. Pada intinya Polri tetap akan mengawal agar pemilu atau kampanye selalu dalam koridor hukum.

“Polri tetap menjaga pemilu agar tidak mengeksploitasi isu-isu SARA dan Polri akan tetap menjamin kondusivitas keamanan dengan mengedepankan supremasi hukum,” terang Agus.

Diketahui, Slamet sempat ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan pelanggaran pemilu. Dengan dihentikannya kasus ini, status tersangka pun sudah tidak berlaku bagi Slamet. (Mar) 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.