Banner sumsel

Polisi ‘Hadiahi’ Timah Panas Tiga Spesialis Maling Motor di Masjid

LUBUKLINGGAU, koranindonesia. Id – Tiga spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dihadiahi timah panas oleh anggota Unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Timur dan Polsek Lubuklinggau Selatan yang melakukan penangkapan terhadap mereka.

Ketiga tersangka yakni Ririn Rikardo (23), Epran Makruf (22) dan Deska Riansyah (23) warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Musirawas Utara. Mereka ditangkap di rumah kos di Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Selasa (3/4/2018) sekitar pukul 10.00.

Wakapolres Lubuklinggau Kompol Zulkarnain didampingi Kapolsek Lubuklinggau Timur AKP Hadi dan Kapolsek Lubuk Linggau Selatan Iptu Aprinaldi mengatakan, penangkapan ketiga tersangka berawal laporan para korban yang ditindaklanjuti anggotanya dengan penyelidikan.

Setelah dilakukan penyelidikan, lanjut Zulkarnain, pihaknya berhasil mengamankan tersangka Deska. Dari nyanyian Deska, polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua pelaku lainnya yakni Ririn dan Epran

“Hasil penyelidikan anggota kita, berhasil mengamankan tiga orang yang merupaka spesialis curanmor. Mereka terpaksa diberi tindakan tegas karena memberikan perlawanan ketika ditangkap,” ujarnya ketika gelar perkara dan barang bukti.

Ia mengatakan, tersangka mengaku sudah 10 kali maling motor di masjid. Diantaranya, empat di wilayah hukum Lubuklinggau Selatan, dua di Lubuklinggau Utara, satu Lubuklinggau Timur dan 7 TKP lainnya yang tersebar di Kota Lubulinggau.

Selain tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu motor hasil curian, satu motor yang digunakan saat beraksi, kaca spion, dan kunci latter T. Sedangkan, untuk modus sendiriz, pelaku mengynakan kunci latter T.

“Dua orang mengawasi situasi sekitar, dan satu tersangka lainnya bertugas mengambil motor. Hasil pemeriksaan para tersangka, motor hasil curian mereka dijualkan di wimayah Kabupaten Musirawas,” tambah Zulkarnain.

Masih dikatakan Zulkarnain, para pelaku kejahatan khususnya curanmor mengincar motor yang ada di tempat-tempat ibadah seperti masjid. Untuk itu, ia mengimbau kepada anggota Bhabinkamtibmas agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita imbau, kepada Bhabinkamtibmas memberikan penyuluhan kepada masyarakat, bahwa pelaku curanmor tidak hanya mengincar motor di pusat perbelanjaan, melainkan beraksi masjid. Jadi, sebelum beribadah dapat menambahkan kunci pengaman di motornya,” imbau Zulkarnain.

Sementara itu tersangka Ririn mengaku baru dua bulan melakukan pencurian motor di masjid. “Aku mengantar dua teman ke masjid menggunakan motor. Rian masuk ke masjid pura-pura sholat, saya mengawasi, satunya mengambil motor,” ujarnya.

Kemudian, Ririn mengungkapkan motor hasil curian dijual di daerag asalnya Desa Batu Gajah. “Setiap motor dijual Rp2 juta sampai Rp3 juta. Uang hasil penjualan motor itu, kami belikan sabu, bayar kosan dan main perempuan Pak,” pungkasnya. (snd).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.