Banner sumsel

Polisi Didesak Penjarakan Terduga Ujaran Kebencian di Lahat

LAHAT, koranindonesia.id -Rapat mediasi kasus dugaan ujaran kebencian dengan terduga Radius Wijaya alias Alung yang diduga telah memposting konten ujar kebencian di laman sosial media miliknya, yang dinilai menghina dan menyudutkan isi  ceramah Ustads Abdul Somad (UAS), hingga mengakibatkan ketersinggungan umat muslim di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan (Sumsel) beberapa waktu lalu, digelar di ruang rapat kantor pemerintah kabupaten (Pemkab) Lahat, hari ini Selasa (17/4/2018).

[irp]

Dalam mediasi itu, turut hadir sejumlah aktivis Islam yang menamakan diri, Aliansi Pembela Islam (API), juga perwakilan dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas) lainnya seperti, Pemuda Pancasila juga tak ketinggalan terduga penyebaran konten ujaran kebencian itu sendiri,  Radius Wijaya alias Alung.

Mediasi itu sendiri dipimpin langsung Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lahat Marwan Mansyur SH MM, didampingi Kapolres Lahat AKBP Roby Katua Adi SIK, Kepala Kejaksaan Negeri(Kejari)Lahat, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Lahat, Kepala Kementrian Agama, Ketua Nahdlatul Ulama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta perwakilan umat kristiani.

[irp posts=”5333″ name=”Sudutkan Umat Islam Lewat FB, Alung Dipolisikan”]

Dalam kesempatan itu terduga Alung menyampaikan secara langsung permohonan maaf, yang disambut baik pihak API. Namun demikian, API yang didampingi kuasa hukum dari pelapor khairul Anwar, Herman Hamzah SH mendesak pihak kepolisian untuk tetap melanjutkan kasus ini.

Karena sebagai muslim menurut dia, pihaknya merasa akidah serta ulamanya telah dihina dan dilecehkan, terduga Alung. “Kami minta pihak kepolisian untuk tidak hanya menggunakan ahli bahasa dan pidana saja, tapi juga menggunakan ahli agama untuk membuktikan kasus ini,” ujar Herman Hamzah.

Sementara itu, Plt Bupati Lahat Marwan Mansyur SH MM menyatakan, bahwa dirinya selaku pemerintah meminta agar permasalahan ini dapat secepatnya diselesaikan dengan jalur yang sudah ditentukan sehingga tidak memicu terjadinya konflik yang tidak diinginkan di masyarakat.

“Yang terpenting, mari kita selesaikan permasalahan ini dengan kepala dingin. Kalau memang ini ada indikasi pidana, maka saya berharap kita serahkan semuanya kepada pihak berwajib untuk diusut,” kata Plt Bupati.

Kapolres Lahat AKBP Roby Karya Adi SIK memastikan, pihaknya akan terus mengusut tuntas kasus Alung ini, dengan menghadirkan sejumlahahli dalam bidangnya. “Kasus ini belum selesai, kita masih dalam proses,” tandas Kapolres.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Lahat Alvin menambahkan, pihaknya mendesak kepolisian untuk memenjarakan terduga Alung, agar kedepannya di Kabupaten Lahat tidak muncul lagi sosok-sosok serupa Alung lainnya.

“Pokoknya kami minta penjarakan Alung, supaya kedepan tidak ada lagi sosok Alung-Alung yang lain, yang membuat keadaan di Kabupaten Lahat tidak nyaman dan dikhawatirkan dapat memicu kisruh antar umat beragama di kabupaten ini,” pungkasnya. (nur)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.