Banner sumsel

Polisi Bentuk Timsus Pemburu Pembunuh Dufi Mayat Dalam Tong Plastik

JAKARTA,koranindonesia.Id-Polisi membentuk dua tim untuk memburu Zaenal dan satu tersangka lainnya berinisial W, tersangka kasus pembunuhan dan penculikan mayat dalam tong plastik, Tim Khusus (Timsus) tersebut terdiri dari Polres Bogor dan Polda Jawa Barat (Jabar).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Timsus dibentuk oleh Polres Bogor dan Polda Jabar, membagi dua tim. Satu melakukan pengejaran kepada Saudara Zaenal, satu (tim pengejar) Saudara W,” katanya  kepada wartawan di Mabes Polri, di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Dijelaskan Desi peyidik saat ini masih melakukan proses pemberkasan kasus tersebut. Rencananya, penyidik segera melakukan prarekonstruksi. Namun Dedi belum dapat memastikan kapan prarekonstruksi digelar.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan prarekonstruksi untuk memperkuat dan memperjelas tindak kejahatan tersebut,” terangnya

Dedi menuturkan prarekonstruksi bertujuan menyinkronkan keterangan tersangka serta bukti-bukti yang telah dikumpulkan penyidik. Selain itu, untuk mencocokkan peristiwa dengan alat bukti yang ditemukan di TKP (tempat kejadian perkara) dan keterangan-keterangan dari para pelaku di TKP pembunuhan sendiri, TKP pembuangan, dan saat penangkapan.

“Namun saat ini polisi masih memburu dua pelaku pembunuhan dan pencurian mobil milik korban Dufi. Dua tim yang sudah disiapkan untuk pencarian akan tetus membutru dua tersangka tersebut,” tandasnya.

Berita sebelumnya Abdullah Fitri Setiawan alias Dufi ditemukan tewas oleh warga pada Minggu (18/11/2018) sekitar pukul 06.00 WIB, ditemukan dalam sebuah tong plastik berwarna biru di Kawasan Industri Kembangkuning, Kampung Narogong, RT 10, RW 03, Desa Kembangkuning, Kecamatan KlapaNunggal, Kabupaten Bogor.

Tiga hari berselang, polisi berhasil menangkap Nurhadi dan Sari, pelaku pembunuhan Dufi. Keduanya ditangkap di Kelurahan Bantar Gebang, Kecamatan Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/11) pukul 14.30 WIB.

Atas perbuatannya, kedua pelaku tersebut dikenakan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana subsidiair 338 dan atau Pasal 365 ayat (3) subsidiair pasal 363 dan atau pasal 480. Dalam pasal tersebut dijelaskan tersangka terancam hukuman mati atau kurungan seumur hidup. (erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.