Banner sumsel

Polisi Belum Pastikan Motif Tewasnya Satu Keluarga di Kebun Sirih

PALEMBANG,koranindonesia.id— Direskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel) Kombes Pol Budi Suryanto mengatakan belum dapat memastikan motif dari tewasnya satu keluarga di komplek Villa Kebun Sirih Palembang Rabu (24/10/2018)

“Kita masih menunggu dari hasil keterangan dokter Forensik untuk melihat apa motif yang terjadi,”  katanya saat diwawancarai awak media setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Rabu (24/10) siang.

Budi mengakui, pihaknya menemukan dua buah kertas permintaan maaf. “Ya memang ada, kita juga masih mendalami apa motifnya,”  ujarnya.

Untuk barang bukti yang ditemukan, lanjut Budi ada senjata jenis revolver masih dilakukan pemeriksaan apa jenis organik atau non organik. “Kita belum tau, dan nanti kita cek di Forensik dan ada beberapa peluru yang ditemukan di TKP. Jadi untuk sementara ini masih menunggu labfor Forensik dan kedokteran Forensik, tidak ada barang-barang yang hilang,” jelasnya.

Ketika ditanya awak media apakah korban bunuh diri, Budi mengatakan belum bisa memastikan. “Ya itu belum tau, dugaan dugaan. Nanti setelah kita  mengetahui hasil dari labfor dan dokter forensik menerangkan motifnya seperti apa,”  tambahnya.

Lanjutnya, petugas juga membawa barang bukti berupa satu pistol, peluru, selonsong dan spray bekas luka tembak. “Dari rekaman CCTV juga sudah kita ambil untuk dilakukan pemeriksaan,” terangnya.

Saat ditanya awak media apakah korban tewas dengan menggunakan senpi peredam, Budi membantahnya. “Tidak ada peredamnya mungkin menggunakan bantal dan lainnya,” pungkasnya.

Peristiwa tewasnya satu keluarga yang berada komplek Vila Kebun Sirih RT 5 RW 1 keluarahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni Palembang, mengegerkan warga yang ada di komplek sekitar. Rabu (24/10) pagi.

Sebelumnya sejumlah warga sekitar tempat korban tinggal di Blok A18 tidak mendengar suara gaduh dan suara tembakan. Diketahui satu keluarga yang tewas tertembak yakni Fransiskus Xaverius Ong (45), Margareth Yentin Liana (43), Rafael Fransiskus (18), Kathylin Fransiskus (12), dan dua ekor anjing yang ikut juga tewas.  Dari data yang dihimpun dilapangan, tewasnya satu keluarga ini. Diduga karena bunuh diri. Dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) petugas kepolisian tidak ada barang-barang yang hilang milik korban.  (anl).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.