Banner sumsel

Polemik e-KTP, DPR Minta Identitas WNI – WNA Harus Berbeda

JAKARTA, koranindonesia.id – Meski menilai sesuatu yang biasa dilakukan oleh setiap negara, namun anggota Komisi II DPR RI, Firman Soebagyo, meminta agar warna atau bentuk identitas bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Warga Negara Asing (WNA) harus dibedakan.

“Pemberian identitas tenaga kerja asing ini sudah  lazim di negara manapun. Setiap negara melakukan dan membuat aturan bahwa warga negara yang keluar masuk ke wilayah negara tertentu itu harus terdaftar. Ini dalam rangka untuk memantau, melihat kegiatan mereka,” kata Firman dalam  Dialektika Demokrasi dengan tema ‘Polemik e-KTP WNA, Perlukah Perppu?’ di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Menurut politisi Partai Golkar ini, kalau di era orde Baru dulu,  itu warga negara asing itu yang bekerja di Indonesia mendapatkan KIMS (Kartu Izin Menetap Sementara). Kemudian yang  tinggal selama 25 tahun berturut-turut, dan tidak pernah meninggalkan Indonesia itu bisa atau dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan KITAP (Kartu Izin Menetap). Kemudian di dalam Undang-Undang Nomor 23/1994  itu diubah menjadi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). “Jadi istilahnya yang berubah tetapi status daripada orang asing ini pendataannya tetap ada, dan kemudian itu dilakukan oleh negara manapun,” paparnya.

Firman lalu menjelaskan, dalam penerbitan e-KTP bagi warga negara asing di Indonesia, ini bukan merupakan satu kesalahan dari pemerintah. Karena pemerintah melaksanakan amanat Undang-Undang dalam pasal 63 itu diamanatkan, bahwa warga negara Indonesia dan warga negara asing itu diberikan legalitas dalam bentuk e-KTP. “Di dalam Undang-Undang ini tidak secara ekplisit memberikan satu penjelasan bahwa e-KTP yang diberikan kepada warga negara ini harus ada pemberlakuan beda,” jelas Firman.

Artinya bahwa kalau di Amerika itu ada pemegang Green Card. Kalau di Malaysia juga ada pemegang kartu penduduk sementara itu ada perlakuan berbeda, yaitu terhadap warnanya. “Kalau warga negara Indonesia Garuda warnanya biru,  kalau Asing seharusnya dibikin warnanya merah atau kuning atau warna yang lain dari yang dimiliki WNI. “Sehingga  sangat mudah secara kasat mata,  ketika orang menunjukkan KTP bisa terlihat bahwa dia adalah Warga Negara Asing,” tandasnya.

(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.