Banner sumsel

Polda Sumsel Catat 8 Kasus Karhutla Ditangani Polisi

PALEMBANG, koranindonesia.id – Sepanjang 2018 atau sejak ditetapkannya siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Polda Sumsel mencatat ada 8 kasus yang ditangani oleh polisi baik Polres Banyuasin, maupun Polda Sumsel.

Karo Ops Polda Sumsel, Kombes Pol Bambang Suminto mengatakan dari total 8 kasus tersebut, 5 kasus perorangan dan 3 kasus korporasi.

“Saat ini untuk perorangan ada tiga kasus yang sudah P21 dan telah diserahkan ke Kejaksaan sedangkan untuk dua lagi masih tahap penyidikan,” katanya saat ditemui dalam pembubaran Satgas Karhutla, Kamis (1/11/2018).

Untuk korporasi, saat ini masih dalam tahap penyelidikan, korporasi tersebut dua berada di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Sedangkan satu lagi berada di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Untuk di Bayung Lencir (Muba) serta OKI ditangani Polres setempat, sedangkan untuk korporasi di  Pedamaran ditangani Polda Sumsel. Karena memang luasan lahan yang terbakar di Pedamaran ini cukup besar dibandingkan dua korporasi lainnya.

Meskipun begitu, dirinya tidak terlalu mengingat besaran luasan yang terbakar tersebut. “Saya tidak ingat besarannya, tapi yang di Padamaran ini lebih luas dibandingkan dua korporasi lainnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, siaga karhutla kini resmi dicabut pada Kamis (1/11), hal ini sesuai dalam surat keputusan (SK) Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) yang menyatakan siaga karhutla dimulai 1 Februari hingga 31 Oktober 2018.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.