Polda Catat 9 Kasus Penyelewengan Dana Desa di Sumsel

PALEMBANG, koranindonesia.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Selatan (Sumsel) mencatat sebanyak sembilan kasus penyelewengan dana desa terjadi di Sumsel pada 2018 lalu. Dua diantaranya sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, berdasarkan data dari Polda Sumsel pada tahun 2018 lalu ada tujuh kasus yang masuk ke Polda Sumsel.

Namun, masih dalam tahap penyelidikan. Sedangkan, berkas sudah lengkap yakni sebanyak dua kasus yang terjadi di dua desa di Kabupaten Ogan Komering Uu dan Kabupaten Lahat.

“Dua kasus ini terjadi pada 2017 yang lalu dan kelengkapan berkasnya awal tahun ini. Untuk tahun 2018 ada tujuh kasus,” ungkap Zulkarnain, Rabu (27/2/2019).

Dari kasus yang berhasil diungkap, kata dia, kesalahan yang mereka lakukan yakni melakukan pengerjaan fiktif seperti membangun jalan. Uangnya sudah diambil namun pengerjaan bangunannya tidak beres. Bahkan, ada yang melakukan mar kup anggaran.

Ia mengaku, ini sangat melanggar dan tentunya dilakukan penindakan. Namun, langkah penindakan ini merupakan langkah terakhir jika terjadi penyimpangan.

Berdasarkan MoU, antara Polri dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), tugas dari kepolisian yakni melakukan pencegahan, mengawasi barulah melakukan penindakan.

Dalam proses pencegahan dan pengawasan pihaknya telah membentuk tim, salah satunya yakni tim saber pungli yang tugasnya mengawasi. Selain itu, pihaknya juga ada ceklist yang nantinya dikoordinasikan dengan desa bagaimana perencanaanya, pelaksanaannya dan pertanggungjawabannya.

“Jadi kami tahu bagaimana kondisi dilapangan. Ini untuk mencegah terjadi penyimpangan,” tutupnya.
(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.