Banner sumsel

PKS Bilang Janji Pertumbuhan Ekonomi di Era Jokowi Tidak Sesuai Fakta 

JAKARTA, koranindonesia.id – Anggota Fraksi PKS DPR RI, Andi Akmal Pasluddin, menegaskan, berbicara ekonomi  2014-2019 tentu harus melihat dua sisi. Ada rapot merah ada rapot biru.

“Kalau dari rapot merahnya, tentu kita sandingkan  antara janji misi presiden dengan capaian selama lima tahun. Jadi kami sebagai oposisi tentunya melihat dengan angka yang ada, bukan hoaks.

Pertama misalnya dilihat dari indikator pertumbuhan ekonomi yang didengungkan misinya tujuh persen. Ternyata selama lima tahun tidak pernah tercapai, bahkan hanya 5,2 persen. Jadi ini artinya apa, target untuk mengurangi jumlah orang miskin, target untuk  mengurangi pengangguran tidak signifikan,” papar Akmal dalam Dialektika Demokrasi “Evaluasi Kinerja Ekonomi Nasional, Perlukah Menteri Baru?” di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Menurutnya, yang benar bahwa kemiskinan baru dalam sejarah ini turun di bawah dua digit hanya sembilan persen. “Benar itu datanya kita berikan apresiasi. Tapi itu belum cukup.  Sebenarnya gitu. Pengangguran juga di bawah tujuh persen itu sudah cukup bagus, seandainya pertumbuhan bisa tujuh persen saya yakin bahwa kemiskinan bisa di bawah tujuh persen dan pengangguran di bawah lima persen. Saya rasa ini kritik dari  kami,  ini menjadi  pekerjaan bagi team ekonomi bahwa pertumbuhan ekonomi belum bisa kita maksimalkan.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.