PKS Bakal Terus Jadi Penyeimbang Kawal Pemerintah

JAKARTA, koranindonesia.id – Sebagai partai oposisi di luar pemerintahan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa perlu terus menjadi penyeimbang untuk mengawal agar bisa melakukan pengawasan terhadap Kinerja Pemerintah agar sesuai dengan rencana, program, dan Peraturan Perundang-undangan serta tidak merugikan bangsa dan negara.
“Kami juga selalu mengingatkan dan mengkritisi bahkan menegur bila ada sesuatu yang keliru atau merugikan keuangan negara dan bangsa intinya kami mengawal agar pak Jokowi sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara dalam memimpin negeri ini tidak KKN,” kata Politisi PKS, Achmad Dimyati Natakusumah dalam keterangannya, Senin (4/5/2020).

Menurutnya, jika negara ini rusak dan hancur maka semua akan merugi dan menyesal di kemudian hari, baik yang ada di koalisi pemerintah maupun di oposisi dan bila terjadi sangat sulit dan lama untuk comeback, maka PKS sebagai oposisi punya kewajiban yang sangat berat untuk terus mengawal pemerintah yang sedang berkuasa saat ini.

“Karena kami berjuang secara mandiri dan gotong royong kader diseluruh penjuru, berbeda dengan yang sedang berkuasa yang punya fasilitas dari negara,” ucapnya.
“Begitupun Sohibul Iman presiden PKS, karena begitu pedulinya selalu memberikan masukan tertulis secara terbuka langsung kepada Presiden Jokowi bila ada yang dirasakan tidak sesuai dalam melaksanakan pemerintahan ini,” imbuhnya.

Ia menyebut pihaknya akan menolak usulan-usulan anggaran yang tidak terarah dan bermanfaat berpihak kepada rakyat, serta mencermati peraturan perundang-undangan. Jangan sampai dapat merugikan agama, bangsa dan negara.

“Walaupun kami hanya 50 orang dari 575 anggota DPR, kami tetap bersuara keras dan kritis, kami murni lillahi ta’ala, tidak ingin mendapatkan sesuatu dari sang penguasa baik harta maupun tahta, dan juga tidak ada sedikitpun mau menjatuhkan atau benci kepada Pak Jokowi sebagai Presiden RI,” ungkapnya.

Dengan begitu, Dimyati berharap Indonesia segera maju dan sejahtera sesuai harapan dan cita-cita para ulama pejuang dan syuhada yang berjuang dengan jiwa dan raga melawan dan merebut dari para penjajah dan memerdekakan mendirikan Republik indonesia.

“Kami akan terus memberikan masukan dan kritik baik diminta maupun tidak diminta, kami akan mendukung dan memperkuat yang sudah bagus dan sesuai,” pungkasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.