Banner Pemprov Agustus

PJJ, Guru RA Dilatih Membuat Lesson Plan Regular dan Disabilitas

JAKARTA, koranindonesia.id – Pandemi Covid-19 memberi warna baru dunia pendidikan. Untuk menghindari penyebaran virus, pembelajaran kemudian dilakukan secara jarak jauh atau PJJ.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para guru, peserta didik, dan orang tua, tidak terkecuali guru RA. Hal ini direspon oleh Kemenag dengan melakukan penguatan kompetensi dalam pembelajaran jarak jauh. Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah membuat Lesson Plan (RPP) yang sederhana dan aplikatif untuk anak regular dan anak disabilitas.

Materi ini dipaparkan oleh Direktur Early Childhood Care & Development – Resource Center (ECCD RC) atau Pusat Informasi dan Pelayanan Anak Usia Dini, Nindyah Rengganis. Dia menekankan pentingnya menjadikan rumah sebagai tempat belajar yang ramah dan menyenangkan bagi anak usia dini.

Menurutnya, di masa pandemi Covid-19, rumah beralih peran menjadi home based learning. Sebab, pembelajaran sepenuhnya berada di rumah (berbasis rumah).

Nindyah lalu mengenalkan konsep rumahku sumber belajarku. Konsep ini menempatkan rumah sebagai sumber belajar yang kaya untuk menstimulasi perkembangan anak usia dini. “Setiap bagian rumah dan anggota keluarga merupakan sumber belajar yang menyenangkan. Aktivitas belajar di rumah menjadi kegiatan rutin yang bisa dijadikan sumber belajar,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut Nindyah, perlu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang matang untuk menunjang kegiatan belajar jarak jauh. Menurutnya, pembuatan RPP untuk anak usia dini, harus melibatkan “bermain” dalam penyusunannya.

“Karena bermain merupakan salah satu karakteristik anak usia dini yang sangat penting dalam pengembangan dan kemajuan anak-anak ke depannya. Misalnya, bermain fantasi, eksplorasi, kreatif, dan lain sebagainya,” terangnya.

Menurut Nindyah, guru RA harus dapat membuat RPP bekerja sama dengan orang tua mengenai kegiatan yang bisa dikembangkan di rumah. Guru RA juga harus mampu menyesuaikan diri dan bersikap adaptif terhadap peristiwa yang terjadi saat ini.

“Sikap adaptif yang perlu dikuasai oleh guru RA selama belajar di rumah, yaitu kreatif, fleksibel, solutif, sabar, siap belajar dan komunikatif,” pungkasnya.

Kasubdit Bina GTK RA, Siti Sakdiyah, menuturkan, guru RA perlu kerja ekstra dalam menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh. Mereka dituntut kreatif, inovatif dalam memberikan materi pembiasaan agar siswa tidak bosan, melalui berbagai media. Ini juga menuntut kerjasama yang baik dengan orang tua sebagai pendamping pembelajaran di rumah.

“Kemenag berusaha memberikan fasilitasi yang terbaik bagi guru RA untuk saling bertukar informasi dan berbagi pengalaman mengajar di masa pandemi Covid-19,” ujar Sakdiyah dikutip dari kemenag.go.id.

“Ke depan, kompetensi dan mutu Guru RA dalam proses kegiatan belajar mengajar diharapkan lebih  meningkat, karena didukung guru yang terampil,  kreatif dan inovatif serta memiliki wawasan luas,” pungkasnya.

(MT)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.