Pilihan Boleh Beda, Persatuan dan Kesatuan Bangsa Tetap Dijaga

BATAM, koranindonesia.id – Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) H Herman Deru menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kewaspadaan Nasional dalam rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu 2019.

Rakor yang bertemakan “Pilihan boleh beda, persatuan dan kesatuan bangsa harus kita jaga” tersebut, dibuka langsung oleh  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto  yang dipusatkan di Golden View Hotel, Jalan Bengkong Laut, Tanjung. Buntung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (28/2/2019).

Rakor Pemilu yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut dihadiri juga Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, para Gubernur, Kapolda, Pangdam, Danrem, Kajati, Ketua DPRD, Bupati/Wali Kota, dan Kapolres seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya Menkopolhukam RI, Wiranto menyambut baik digelarnya Rakor Pemilu  tersebut dengan harapan persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga dengan baik, dan ini sesuai dengan tema  rakor yakni ‘Pilihan boleh beda, persatuan dan kesatuan bangsa harus kita jaga’. “Tema ini sangat bagus. Beda pilihan ini tidak boleh berimbas pada terganggunya persatuan dan kesatuan kita,” harap Wiranto.

Menkopolhukam juga menyampaikan alasan mengapa rakor ini digelar. Salah satunya karena persatuan dan kesatuan bangsa jauh lebih berharga di negeri ini. Terutama saat memasuki pesta demokrasi di Indonesia yakni pemilihan anggota legislatif (Pileg) dan Pilpres, yang akan digelar secara serentak April 2019 mendatang. “Kenapa harus Rakor Pemilu?. Karena kita satu tim, kita tidak bisa berdiri sendiri, kita ini tidak terpisahkan. Kita harus bekerjasama sehingga Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman dan sukses. Saya mengapresiasi Mendagri yang telah menyelenggraakan kegiatan ini,” ucap Wiranto.

Menurutnya, pemilu lima tahunan bukan hal yang asing bagi warga negara Indonesaia. Karena rakyat diberi kesempatan lima tahun sekali. Jalannya pemilu masyarakat diajak untuk gembira. Bukan justru pesta demokrasi menjadi ajang saling fitnah dan menjelekkan satu dengan yang lain. “Pemilu harus dijalankan dengan sukses, karena pemilu menentukan nasib negara ini lima tahun kedepan. Karena itu saya tegaskan, pemilu ini harus berjalan aman dan  tertib. Dengan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa,” harap Wiranto.

(FOTO/HUMAS PEMPROV)

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru disela-sela rakor ini berharap, jalannya pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 2019 di wilayah Provinsi Sumsel April mendatang  dapat berlangsung dengan aman, damai dan sukses. Karena itu, dia meminta semua elemen masyarakat di Sumsel agar punya rasa tanggung jawab, sehingga jalannya demokrasi dapat berlangsung secara dewasa. “Jalannya Pileg dan Pilpres yang sebentar lagi akan berlangsung sudah seharusnya menjadi perhatian kita bersama. Dengan begitu jalannya demokrasi di negeri ini  tetap berlangsung dengan baik, sukses dan terhormat,” ucap Herman Deru.

Menurutnya, kelancaran pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 ini sangat penting bagi Indonesia, terlebih negeri ini dikenal sebagai salah satu negara demokrasi yang teruji di dunia. “Jalannya pesta demokrasi di Indonesia ini nanti menjadi penilaian dunia Internasional, kita akan menjadi sorotan. Karena itu mari kita sama-sama ajak warga untuk turut mensukseskan Pileg dan Pilpres mendatang dengan cara mengunakan hak suaranya di bilik suara,” ajak Deru.

Dilain pihak Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai, aparat seperti TNI/Polri dalam pengamanan jalannya Pemilu di Indonesia tidak perlu diragukan lagi, baik sebelum, saat dan pascapemilu mendatang. “Saya meminta kepada para kepala daerah untuk melibatkan semua pihak dalam mensukseskan Pemilu 2019 ini.  Salah satunya dengan bersinergi bersama TNI/Polri. Sebab Keberadaan dan netralitas TNI/Polri tidak perlu diragukan,” tandas Mendagri.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.