Call Center
Banner Muba 23 – 31 Juli 2021

Pihak Unsri Tak Hadiri Rapat di DPRD Terkait Pelecehan Seksual

Palembang,koranindonesia.id-DPRD Sumsel kecewa karena pihak Unsri tak penuhi panggilan DPRD Sumsel untuk rapat dengar pendapat terkait kasus pelecehan seksual Senin (6/12)

Ketua DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati, mengatakan alasan jajaran pimpinan Unsri tengah menggelar rapat internal terkait masalah yang sama.

“Kami sebetulnya berharap ada pihak rektorat karena yang sangat ditunggu adalah pihak Unsri,” ungkap Anita menyayangkan.

Padahal di ruang rapat DPRD Sumsel itu telah hadir sejumlah pihak terkait kasus pelecehan seksual ini. Seperti Dinas PPPA Sumsel, Ika Unsri, pengacara korban dan perwakilan BEM Unsri.

Tidak hanya menyayangkan Anita berharap kasus ini betul-betul menjadi perhatian dari pihak kepolisian. Sebab, ancaman hukumannya sudah sangat jelas dan diatur dalam KUHP.

“Untuk kasus FKIP ibarat jalan sudah terbuka lebar. Tapi untuk (kasus) Fakultas Ekonomi saya minta perhatian khusus. Jangan sampai kalah dalam argumentasi,” kata Anita geram.

Politisi Golkar ini juga menambahkan bahwa dengar pendapat ini bukan ajang penghakiman, namun mencari solusi yang tepat dan cepat.

“Kita ingin menjaga nama baik unsri secara kelembagaan dan nama daerah,semestinya pihak Unsri hadir karena kami ingin mendengar upaya yang sudah dilakukan Unsri terkait kasus ini,’katanya.

Sementara Presma BEM Unsri, Dwiki Sandy yang hadir dalam rapat itu  meminta pihak Unsri memberikan sangsi tegas dan sudah seharus pihak Unsri tidak memberi tempat bagi dosen yang telah melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya di Unsri.

(Ard)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.