Banner sumsel

Petani Payaraman Dukung Dodi-Giri

INDRALAYA, koranindonesia.id – Dukungan untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, Dodi Reza Alex – Giri Ramanda Kiemas (Dodi-Giri) terus mengalir.
Kali ini datang dari masyarakat petani di Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Mereka menyatakan kesiapan menyatukan suara memenangkan pasangan nomor urut 4 itu pada Pilgub 27 Juni 2018 mendatang.

“Kami mendukung pasangan Dodi-Giri untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel. Pasangan nomor urut 4 ini kami nilai mampu dan yang paling siap di antara pasangan lain. Beliau memiliki program jelas untuk kesejahteraan petani di Sumsel,” kata Kunyadi Hasan Zen, Tokoh Masyarakat Petani Kecamatan Payaraman, didampingi sejumlah petani lainnya, Sabtu (23/6/2018).

Mereka menilai jika sosok pasangan Dodi-Giri sangat peduli pada petani. Dekatnya Dodi maupun Giri dengan petani bisa dibuktikan melalui eksistensi program kerja politiknya.

Dalam setiap kampanye, Dodi-Giri selalu bertemu dengan kelompok petani. Disini membuktikan bahwa pasangan nomor urut 4 itu sangat dekat dengan petani. Seperti tidak berjarak, antara petani dengan pasangan ini.

“Pak Dodi dua periode jadi anggota DPR RI. Suaranya nomor satu terbanyak di Sumsel. Sebagian besar pemilihnya adalah petani. Ini bukti nyata. Begitu juga Pak Giri, jadi Ketua DPRD Sumsel dengan pemilih terbesarnya juga kalangan petani,” beber Kunyadi.

Para petani, khususnya petani karet di Kecamatan Payaraman berharap Dodi-Giri lebih serius lagi memperhatikan nasib petani.

Kalangan petani ini meminta pasangan nomor urut 4 jika menjadi Gubernur-Wakil Gubernur nanti mampu menstabilkan harga karet, petani mudah mendapatkan akses pupuk subsidi serta membuatkan program bantuan peremajaan kebun karet masyarakat.

Selain persoalan pupuk, Dodi-Giri juga diharapkan bisa membantu menaikkan harga karet. Persoalan harga ini memang klasik.

Namun ditambahkan Kunyadi, Dodi-Giri punya cara jitu untuk membantu petani menaikkan harga karet.

“Harus diingat, bila petani maju dari sisi ekonomi, saat itulah Sumsel dikatakan makin maju. Sebaliknya, bila petani malah tidak ada peningkatan kesejahteraan, Sumsel bisa surut ke belakang,” pungkas Kunyadi.(snd)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.