Banner sumsel

Peserta Nunggak Iuran, Pembiayaan Rumah Sakit Triliunan

PALEMBANG, Koranindonesia.id -Tepat waktunya pembayaran iuran kepesertaan sangat diharapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Hal ini lantaran pembiayaan ke rumah sakit yang tinggi bahkan hingga September mencapai Rp1,5 triliun.

Kepala Bagian Pemasaran BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palembang, Candra Budiman mengatakan, pembayaran tagihan kepada fasilitas kesehatan tingkat utama BPJS atau rumah sakit dilakukan di bulan berikutnya. “Pembayaran ke rumah sakit kita selalu lakukan tepat waktu, dengan anggaran yang bisa sampai triliunan,” katanya, Minggu (18/11/2018).

Hingga September lalu, tagihan pembiayaan rumah sakit untuk cakupan Sumsel mencapai Rp1,5 triliun. Sementara tunggakan peserta BPJS mandiri Sumsel sampai September cukup tinggi Rp132 miliar. Tingginya tunggakan tersebut tidak sebanding dengan pendapatan dari sisi iuran yang hanya mencapai Rp663 miliar.

“Kami berharap peserta patuh untuk pembayaran iuran tepat waktu, terutama saat ini bayar iuran sudah bisa dilakukan di perbankan melalui ATM BNI, BRI, Mandiri, Indomart juga Alfamart ataupun Kantor Pos,” jelasnya.

Mengatasi tunggakan yang tinggi ini BPJS Kesehatan bekerja dengan Kejaksaan untuk penindakan. Pihaknya melakukan jemput bola keliling ke kecamatan menyosialisasikan tentang hukum juga mendata melalui kades ataupun lurah yang warganya menunggak.

Menurutnya, pihaknya akan melihat kemampuan materil di peserta. Jikapun peserta tersebut secara ekonomi tidak mampu, nantinya kepesertaan akan dialihkan ke kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI). “Iurannya nantinya dibayarkan oleh pemerintah daerah sebagai peserta program jaminan kesehatan,” terangnya.

Namun, lanjutnya, jika sengaja sesuai dengan ketentuan undang-undang ada sanksi yang diterapkan. Jika tidak membayar iuran, kepesertaan akan dibekukan dan berkaitan dengan pelayanan publik. “Kepesertaan BPJS Kesehatan kedepan akan menjadi salah satu syarat diantaranya pembuatan STNK, izin usaha, IMB,” katanya.

Saat ini, peserta BPJS Kesehatan Sumsel baru sekitar 50 persen atau 4,2 juta jiwa dari total jumlah penduduk 8,1 juta. Sementara kepesertaan Palembang sudah 83 persen atau 1.299.709 jiwa. (Iya)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.