Banner pemprov Sumsel

Pertahankan Eksistensi Kopi Sumsel Lewat Musi Coffee Culture

PALEMBANG, koranindonesia.id – Sebagai penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia, eksistensi kopi asal Sumatra Selatan (Sumsel) mesti dipertahankan. Untuk itu, Komunitas Kopi di Sumsel akan menggelar Musi Coffee Culture pada 5-7 April mendatang di Bekang Dam II.

Sekretaris Pelaksana Musi Coffee Culture, Atik Indalena mengatakan, pengenalan Kopi Sumsel masih harus terus digaungkan. Tidak hanya semata-mata festival kopi, tapi di event tersebut dihadirkan pula petani kopi dari enam kabupaten/kota di Sumsel, yang sekaligus juga berprofesi sebagai ¬†pemilik cafe kopi. “Kebanyakan orang tahunya Kopi Gayo, Kopi Toraja, sementara Kopi Sumsel tidak begitu dikenal. Padahal, Kopi Lampung itu asalnya dibeli di Sumsel, tapi jadi nama Kopi Lampung. Kita ingin Kopi Sumsel lebih terkenal lagi,” katanya usai audiensi event Musi Coffee Culture, Rabu (27/3/2019).

Menurutnya, selain pemilik cafe kopi, pihaknya menghadirkan petani kopi untuk melakukan sharing dan memberikan motivasi bahwa kopi Sumsel ini terbaik dan memiliki daya jual tinggi. Enam kabupaten/kota penghasil kopi tersebut adalah Muaraenim, Pagaralam, Lahat, Empatlawang, OKU Selatan dan OKU. Musi Coffee Culture sengaja diadakan di Bekang karena dekat dengan Sekanak. Konektivitas dengan Sekanak juga untuk ikut mempromosikan destinasi wisata baru Palembang. Selain itu, festival ini akan menggunakan gedung Jacobson atau gedung peninggalan Belanda yang bersejarah. “Nanti juga akan ada edukasinya soal kopi,” sebutnya.

(FOTO/IYA)

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang Harobin Mustofa berharap, agar penyelenggaraan even serupa di Kota Palembang dapat terus diagendakan tiap tahunnya. Menurutnya, dengan diadakannya even secara berkala tiap tahunnya, maka dapat menarik perhatian wisatawan asing dan lokal. “Tentunya ini akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) kita,” ujarnya.

Seperti Festival Coffee Culture yang akan diselenggarakan di pelataran Bekang Dam II ini, contohnya, seharusnya tahun depan diadakan pada tanggal pelaksanaan yang sama pada tahun ini yakni 5-7 April. “Masalah tempat bisa diatur ditempat yang mudah diakses. Saya yakin Sekda pengganti saya dapat bekerja lebih baik lagi,” paparnya pula.

Terakhir, lanjut dia, pihaknya akan mengoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya untuk kesuksesan even-even yang akan dilakukan. “Kita sudah panggil OPD terkait seperti SatPol PP, Dishub, Dinas Pariwisata dan OPD lainnya untuk bersinergi menyukseskan acara Festival Coffee Culture tersebut,” tukasnya.

(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.